
Atambua, — Perkembangan teknologi yang pesat kini membawa dampak positif terhadap kecepatan dan ketepatan arus informasi publik. Salah satu wujud nyata dari kemajuan ini tampak melalui peran Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) yang menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam penyebarluasan informasi pembangunan.
Pranata Hubungan Masyarakat Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu, Yuliana Bete Rou, S.I.Kom, menjelaskan bahwa KIM merupakan lembaga layanan publik dari, oleh, dan untuk masyarakat yang bersifat mandiri, serta umumnya berlokasi di wilayah pedesaan. Melalui KIM, masyarakat tidak hanya menerima informasi, tetapi juga aktif mengelola dan menyebarluaskan berbagai kabar pembangunan kepada publik.
Dalam keterangannya kepada rri.co.id pada Selasa (28/10/2025), Yuliana menekankan pentingnya kemitraan dan kerja sama lintas pihak untuk mewujudkan tata laksana program KIM yang berkelanjutan. “Kemitraan merupakan upaya kolaboratif antara pemerintah dan komunitas-komunitas masyarakat guna mencapai tujuan dan komitmen bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yuliana menjelaskan bahwa komunikasi publik akan semakin optimal ketika tata kelola kemitraan tradisional bertransformasi menjadi kemitraan berbasis digital. Transformasi digital dinilai sebagai solusi menghadapi berbagai tantangan di lapangan, karena memungkinkan terwujudnya kolaborasi yang terintegrasi, adaptif, tangkas, dan responsif terhadap perubahan zaman.
“KIM dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat menjadi garda terdepan dalam bermitra. Ketika masyarakat sudah terhubung melalui website, mereka dapat berinteraksi secara bebas, bahkan memanfaatkan platform tersebut untuk memasarkan produk lokal,” tutur Yuliana.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi digital, keberadaan KIM diharapkan dapat semakin memperkuat peran masyarakat sebagai mitra aktif pemerintah dalam menciptakan arus informasi yang cepat, akurat, dan bermanfaat bagi pembangunan daerah.
