Diskominfo Belu Dorong Implementasi Portal Satu Data untuk Wujudkan Pembangunan Akurat dan Terpadu

Atambua, — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Belu terus mendorong penerapan Portal Satu Data sebagai langkah strategis menuju tata kelola data yang lebih terpadu dan akuntabel. Upaya ini tidak hanya menjadi tanggung jawab Diskominfo semata, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas perangkat daerah, mengingat kualitas data sektoral akan sangat menentukan arah pembangunan Kabupaten Belu ke depan.

Hal tersebut disampaikan oleh Maria Leto, S.Mat., Statistisi Ahli Pertama Diskominfo Kabupaten Belu, dalam wawancaranya bersama rri.co.id, Selasa (28/10/2025). Ia menjelaskan bahwa Portal Satu Data merupakan implementasi dari kebijakan nasional yang bertujuan untuk menghadirkan data yang valid, akurat, mutakhir, terpadu, serta dapat dipertanggungjawabkan oleh setiap perangkat daerah.

“Portal Satu Data bukan sekadar wadah pertukaran informasi antarinstansi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi di mana data pembangunan, program, layanan, hingga kebijakan dapat tersaji secara transparan. Dari situlah lahir perencanaan yang tepat, pengambilan keputusan yang bijak, dan evaluasi program yang terukur,” ujar Maria.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan portal ini sangat bergantung pada keseriusan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengelola data sektoralnya. “Diskominfo memang menjadi koordinator, namun kekuatan sesungguhnya ada di masing-masing OPD. Ketika data dikelola dengan baik, setiap kebijakan akan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan,” jelasnya.

Maria juga menambahkan bahwa penggunaan data yang valid merupakan fondasi utama digitalisasi pembangunan daerah. Data yang tidak akurat dapat menyebabkan kebijakan dan program pemerintah meleset dari kebutuhan masyarakat. “Kalau datanya salah, perencanaannya pun bisa salah arah. Karena itu, kedisiplinan dan komitmen OPD dalam memperbarui data adalah kunci keberhasilan bersama,” tegasnya.

Ia menutup dengan pesan bahwa data yang valid tidak hanya mencegah tumpang tindih program dan inefisiensi anggaran, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan publik yang lebih cepat, akurat, dan berkeadilan. “Kabupaten Belu sebagai kota Beriman harus terus bergerak maju mengikuti perkembangan teknologi, dengan arah pembangunan yang berbasis bukti nyata, bukan asumsi,” pungkasnya.

Leave a Comment

Scroll to Top