Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Senin, (19/07) Bupati Belu – dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM didampingi Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu- Theresia M.B. Saik, SKM, M.Kes mengikuti Dialog Interaktif dengan topik Langkah Pemerintah dalam Penanganan Covid-19 di Belu, yang disiarkan langsung RRI Pro 1 Atambua, berlangsung di Kantor Bupati Belu.
Mungkin gambar 2 orang, orang duduk, orang berdiri dan dalam ruangan
Bupati Belu – dr. Taolin Agustinus Taolin Sp.PD-KGEH, FINASIM mengatakan berbagai tanggapan masyarakat terhadap pandemi Covid ini, kami peduli dan kami melindungi dengan berbagai macam peraturan serta kebijakan/regulasi baik dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten Belu sudah disampaikan hampir setiap hari diseluruh media sosial, semua sudah disampaikan. Dan langkah pencegahan tersebut yang pertama menghimbau, menginformasikan dan mengedukasi masyarakat untuk pencegahan Covid -19 dengan cara mematahui Protokol Kesehatan dengan menerapkan langkah 5M. Melakukan tes agar kita tau masyarakat yang terpapar atau yang terinfeksi virus ini karena tes, ada beberapa macam tes yakni dengan usap hidung atau usap tenggorokan yang kita sebut dengan Rapid Tes Antigen, yang disebut dengan tes cepat untuk mengetahui orang memiliki antigen atau tidak, tes cepat yang berikut adalah tes PCR. Petugas kesehatan menentukan tes mana yang dipakai untuk seseorang yang terpapar / tertular Covid-19, melakukan pengobatan pasien atau orang yang mengalami infeksi virus ini dan memiliki gejala dengan tingkatan macam-macam, yang ringan boleh dirumah saja, boleh istirahat dan minum vitamin-vitamin dirumah. Apabila menderita gejala yang sedang atau berat itu diwajibkan untuk di rawat di Rumah Sakit. Sedangkan Isolasi ini ada dua yaitu isolasi mandiri dirumah dan isolasi terpusat dan isolasi terpusat atau terpadu di tempat-tempat yang sudah ditentukan oleh pemerintah dan kalau ada gejala berdasarkan pengamatan, laporan dan pemeriksaan maka orang atau masyarakat yang terpapar virus akan dibawa ke pusat pelayanan rumah sakit atau puskesmas untuk dirawat di sana.
Lanjut Bupati memang masalah terbesar di Indonesia ini adalah kepatuhan, jadi survei-survei sebelumnya tingkat kepatuhan masyarakat terhadap pencegahan 5M itu sangat rendah bahkan dibawah 50%. Bukan hanya di Belu tetapi dipusat juga tingkat kepatuhan sangat rendah itulah yang membuat negara Indonesia kesulitan sampai saat ini. Surat dari pemerintah juga sudah dikeluarkan dan diikuti dengan langkah penertiban di pasar dan tempat-tempat umum, oleh karena itu langkah sebenarnya adalah mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 5M. Apabila mematuhi peraturan dengan benar bisa menghindari 95% dari paparan virus itu.
Mungkin gambar 1 orang
“Saya juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap para tokoh pemimpin agama dan tokoh masyarakat terhadap bantuan dalam menghimbau untuk menunda sakramen pernikahan, sambut baru dan permandian jadi ini merupakan sinergi antara pemerintah, gereja dan tokoh agama. Untuk ekonomi kami tidak menghalagi orang untuk mencari nafkah tetapi untuk dipasar tidak boleh berkerumun, jaga jarak dan tetap memakai masker dengan benar. Untuk itu ini salah satu upaya pemerintah untuk peduli dan melindungi dari semua penyakit.
Dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu takut dengan Vaksinasi, karena vaksin ini aman dan selama vaksin diberikan di Kabupaten Belu tidak ada yang menderita gejala pasca vaksinasi.
Bupati Belu juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Belu untuk membantu Pemerintah bekerjasama dan lindungi diri kita sendiri, lindungi keluarga kita, lindungi masyarakat kita dengan cara menerapkan 5M dengan benar.
Mungkin gambar 1 orang, duduk, dalam ruangan dan teks yang menyatakan 'RRI sekarang ada di ujung jari ERMLAM'
Sementara itu Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu – Theresia M.B.Saik, SKM, M.Kes menyampaikan ketika terpapar ada yang bergejala ringan, mereka melakukan isolasi mandiri yang akan dipantau oleh puskesmas-puskesmas setempat dan ada tempat juga yang disediakan oleh Pemerintah yaitu di Haliwen KKP terpadu atau isolasi mandiri terpusat dan itu disediakan oleh Pemerintah dengan kapasitasnya dengan 50 tempat tidur. Semua di fasilitasi oleh pemerintah jadi masyarakat tidak perlu cemas karena pemerintah menyiapkan semuanya termasuk makan, minum, perawatan, obat-obatan yang diperlukan dan dokternya sudah ada disana. Terkait dengan isolasi mandiri akan dipantau oleh Puskesmas setempat oleh Dokter dan Perawat setempat.
Lanjut Plt. Kadis, untuk Oksigen ada dirumah sakit, di setiap puskemas disediakan dan ketersediaan tempat tidur di Rumah Sakit Umum itu ada 22 unit, Rumah Sakit Sito Husada ada 20 unit sehingga ketika gejala sedang dan berat akan dirujuk ke Rumah Sakit karena harus dirawat.
Mungkin gambar 2 orang dan orang duduk
” Penanganan Covid ini tidak hanya pemerintah tetapi bersama masyarakat salah satunya kepatuhan dengan 5M sebelum di Vaksinasi. Terkait dengan Vaksin mulai 28 Januari sampai dengan 13 Juli itu baru mendapatkan sekitar 30.000 dosis dan kita sudah melakukan Vaksinasi di 17 Puskesmas dan Rumah Sakit Tentara saat ini sedang berjalan dosis dua untuk masyarakat dan untuk pelayanan publik.
Kalau terkait data Covid yang terbanyak terpapar Covid itu adalah Laki-laki karena laki-laki yang mencari nafkah sehingga tingkat kepatuhan 5M itu menjadi penting.
Berkaitan denga ketersediaan vaksin, Plt. Kadis Kesehatan mengatakan untuk vaksinasi kami akan terus berupaya mendapatkan vaksin dari Kementerian Kesehatan maupun Provinsi.
Berita: Mercy Aton
Foto: Frans Leki
Video: Dion Luan
Editor: Elias Mali
Facebook