Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU — Jumat (02/07), Dalam rangka menyikapi perkembangan terkini Pandemi Covid – 19, Pemerintah Kabupaten Belu melakukan Konferensi Pers bersama Jurnalis Media Cetak, Elektronik dan Online, di Ruang Rapat Bupati Belu.
Mungkin gambar 1 orang, duduk, berdiri, dalam ruangan dan teks yang menyatakan 'PERS'
Konferensi Pers ini digelar Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu. Narasumber dalam Konferensi Pers yakni Bupati Belu – dr. Taolin Agustinus,Sp.PD-KGEH.,FINASIM., Wakil Bupati Belu – Drs. Aloysius Haleserens,MM., dan Asisten Administrasi Umum Setda Belu – Drs. Alfredo Pires Amaral dengan moderator Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu – Johanes Andes Prihatin, SE., M.Si.
Bupati Belu – dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH.,FINASIM., dalam arahannya mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Belu sudah mempersiapkan segala sesuatu terkait eskalasi atau penambahan jumlah Kasus COVID-19.
” Jadi, untuk penanganan medis COVID-19 sudah dilakukan secara terukur dan sesuai ketentuan yang ada, dan juga termasuk kesiapan 3 (tiga) Rumah Sakit Swasta yang dijadikan sebagai RS Second Line Covid 19 antara lain RS. Tentara, RS. Marianum dan RS. Sito Husada,” Imbuh Bupati Belu.
Mungkin gambar 2 orang dan orang berdiri
Terkait perkembangan terkini COVID-19 di Kabupaten Belu, Bupati Belu menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik tetapi jangan menganggap enteng dengan situasi Virus Corona yang saat ini merajalela dan tetap mementingkan Sense of Crisis atau kepekaan dalam menghadapi krisis yang diakibatkan pandemi COVID-19.
Selain itu, Bupati juga meminta bantuan kepada awak media untuk selalu mengedukasi dan menginformasi kepada masyarakat terkait bahaya COVID-19 dengan tetap menerapkan 5M atau Protokol Kesehatan COVID-19 dalam kehidupan sehari – hari.
” Masyarakat diimbau untuk tidak panik dalam menghadapi situasi ini, Rekan Pers juga diminta kerja samanya dalam mengedukasi masyarakat terkait COVID-19, ” ujarnya.
Bupati Belu juga menambahkan, untuk data COVID-19 penyampaiannya melalui satu pintu. Selain itu Bupati juga menekankan kepada Aparatur Sipil Negara ( ASN ) agar menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat untuk terapkan 5M Protokol Kesehatan COVID-19 terlebih tidak melakukan pesta atau mengumpulkan banyak orang.
Mungkin gambar 1 orang, berdiri dan dalam ruangan
Pada tempat yang sama Wakil Bupati Belu – Drs. Aloysius Haleserens, MM menyampaikan kepemimpinan dan keteladanan di Kabupaten Belu harus dilakukan oleh Aparatus Sipil Negara.
” Ahkir-akhir ini banyak ASN yang anaknya nikah, sambut baru dan lain-lain mereka melakukan pesta, mulai kemarin sudah tidak kita keluarkan ijin dari Satgas COVID-19, kalau sampai masih dilakukan kita hentikan,” kata Wabup.
Kepada para Wartawan, Wakil Bupati Belu menjelaskan informasi yang berkaitan dengan COVID-19 secara satu pintu yakni melalui petugas yang sudah ditentukan.
Wabup meminta kepada para wartawan untuk menyebarkan informasi surat pemberitahuan atau sejenisnya yang sudah di keluarkan Pemerintah kepada sesama dimanapun berada.
Mungkin gambar 1 orang dan berdiri
” Sudah ada surat dari Bupati untuk menutup tempat – tempat wisata jadi kalau kita semua melihat kerumunan di tempat-tempat wisata tolong diingatkan agar bubar, dan memberitahu tentang penutupan tempat wisata,” harap Wakil Bupati.
Usai melakukan Konferensi Pers, Bupati Belu bersama Para Jurnalis Media Cetak, Elektronik dan Media Online berkesempatan meninjau secara dekat Sekretariat Satgas COVID-19 Kabupaten Belu.
Berita: Ria & Norci
Foto: Jun
Vidio: Jhon
Editor: Novita Bogar
Facebook