Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Selasa (08/06), Organisasi Prangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemerintah Kabupaten Belu, masing – masing Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Belu, memaparkan Capaian Indikator Kinerja Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2016-2021, bertempat di Gedung Wanita Betelalenok Atambua.
Mungkin gambar satu orang atau lebih dan orang berdiri
Kegiatan dihadiri Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Belu, Pemerhati SDM bidang Pertanian dan Peternakan serta Tokoh Masyarakat ini, dipimpin langsung Bupati Belu – dr. Taolin Agustinus, Sp.PD, KG-EH, FINASIM didampingi Wakil Bupati Belu – Drs. Aloysius Haleserens, MM, Plt. Kepala BP4D Kabupaten Belu – Dra. Maria Kornelia Eda Fahik, MM, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Belu – Drs. Nikolaus Umbu K. Biri, MM dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu – Gerardus Mbulu, SE.
Bupati Belu – dr. Taolin Agustinus, Sp.PD- KGcEH, FINASIM dalam arahannya menyampaikan, tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah untuk melanjutkan evaluasi kinerja OPD dalam penyusunan RPJMD Kabupaten Belu selama lima tahunan.
“Jadi kegiatan seperti ini akan sering kita lakukan. Tujuannya adalah untuk menilai sajauh mana langkah yang sudah kita lakukan, indikator-indikator yang kita tetapkan sudah tercapai atau belum, sehingga kita mempunyai arah yang jelas dalam melakukan pekerjaan – pekerjaan pemerintahan di Kabupaten Belu,” ungkapnya.
Mungkin gambar satu orang atau lebih, orang berdiri dan orang duduk
Lanjutnya, RPJMD tidak hanya menjadi dokumen untuk disimpan, tetapi didalamya paling tidak bisa diketahui substansi apa yang ada didalam RPJMD tersebut.
“Jadi, kita tidak hanya memasukan data yamg sedemikian rupa, orang pun lihat tidak penting, tetapi pada saat kita butuhkan karena rencana yang kita susun ini akan menjadi pedoman bagi kita untuk melaksanakan pembangunan di Kabupaten Belu,” ucapnya.
Diakhir arahannya, Bupati Belu berharap, semoga apa yang dibicarakan hari ini, bisa bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Belu.
Mungkin gambar 2 orang dan orang berdiri
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu – Gerardus M. Mbulu, SE dalam pemaparannya menyampaikan, permasalahan yang dihadapi pihaknya dalam upaya mengembangkan produktivitas pertanian di Kabupaten Belu adalah keterlambatan dan ketersediaan pupuk subsidi, serangan OPT, Infrastruktur jaringan irigasi tersier belum memadai, terbatasnya alsistan dan biaya operasional/pemeliharaan, etos kerja petani rendah, jumlah PPL terbatas, kurangnya Pelatihan dan Bimtek untuk PPL. Karena itu, Kadis menyarankan perlunya budidaya secara teknis mengikuti Kalender Tanam dari BMKG dan BPTP, intervensi pemerintah untuk penyediaan benih unggul, koordinasi dengan distributor pupuk subsidi dan non subsidi, menyiapkan pestisida dan penambahan tenaga POPT, perlu menambah dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier, menambah alsintan sesuai kebutuhan, pelatihan petani dan perbanyak Poktan.
Mungkin gambar satu orang atau lebih, orang berdiri dan dalam ruangan
Selanjutnya, pemaparan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Belu – Drs. Nikolaus Umbu K. Biri, MM menyampaikan beberapa permasalahan terkait upaya peningkatan produktivitas Peternakan di Kabupaten Belu, meliputi rendahnya SDM petugas, beternak masih bersifat memelihara untuk kebutuhan hidup, masih kurangnya pemahaman ternak akan manfaat IB, ketersediaan air masih kurang, kurangnya lahan HMT, kurangnya lahan/kawasan peternak, kurangnya komunikasi dan koordinasi internal dan eksternal, penanganan penyakit hewan yang belum maksimal. Karena itu, Kadis menyarankan perlu adanya petugas lapangan dan penguatan kapasitas petugas baik para medik dan petugas teknis dan perlu adanya kapasitas kelompok ternak, perlu pengadaan vaksin lewat PL.
Mungkin gambar satu orang atau lebih, orang berdiri dan dalam ruangan
Sementara itu, salah satu Pemerhati SDM – Marcus Joseph Mau menuturkan, Evaluasi hari ini merupakan salah satu bagian penting dari proses pengelolaan pembangunan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, pemanfaatan hasil, pemeliharaan hingga tindak lanjut. Sehingga input, proses out put, out come bisa dihasilkan dengan baik.
“Saya harap, ke depan masing – masing Pimpinan OPD menyiapkan data yang valid, keterpaduan dan terus melakukan pemantauan dilapangan,”harapnya.
Dalam kegiatan Evaluasi Pencapaian Indikator Kinerja RPJMD Kabupaten Belu ini, juga dilakukan dialog bersama Bupati dan Wabup Belu dengan para Pemerhati SDM, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Belu yang dipandu oleh Plt. Kepala BP4D Kabupaten Belu.
Berita : Mercy Aton/Frans Leki
Foto : Frans Leki
Video : Dion Luan
Editor : Elias Mali
Facebook