Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU — Kamis (27/05), Guna melihat secara langsung aktivitas anak – anak dalam menenun, Ketua Dekranasda Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK dan Bunda PAUD Provinsi NTT melakukan Kunjungan ke Sanggar Anak Belajar Tenun Ikat Tangan Tradisional ” NUNU POU”, di Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu.
Mungkin gambar 4 orang dan orang berdiri
Kunjungan Ketua Dekranasda Provinsi NTT didampingi Ketua Dekranasda Kab. Belu – Dra. Freni Indriani Yanuarika dan Wakil Ketua – Rinawati Br Perangin Angin, SE, MM, disambut dengan tarian Likurai dan pengalungan selendang oleh anak – anak Sanggar. Selanjutnya Ketua Dekranasda NTT berkesempatan melihat secara langsung dan berdialog dengan anak – anak Sanggar Anak Belajar Tenun Ikat Tangan Tradisional ” NUNU POU ” terkait kebutuhan dan persoalan – persoalan yang dihadapi dalam bertenun secara tradisional.
Dalam arahannya, Ketua Dekranasda Provinsi NTT – Julie Sutrisno Laiskodat mengungkapkan bahwa Provinsi NTT ini banyak memiliki keanekaragaman budaya, adat Istiadat. Salah satunya adalah Tenun Ikat. Tenun ikat ini merupakan salah satu potensi yang mesti dikembangkan dengan baik agar tidak punah dan bisa menjadi salah satu mata pencaharian anak – anak remaja di NTT.
Mungkin gambar 3 orang
” Jadi, saya hadir disini karena memang saya sangat mencintai budaya kita dan saya sangat menekuni tenun ikat NTT, saya juga terus mempromosikan secara nasional maupun internasional dan setelah menjabat sebagai Ketua Dekranasda menurut saya kekayaan NTT itu adalah dari Leluhur kita. Karena itu, supaya budaya kita tidak punah, saya minta kita terus kembangkan potensi ini demi anak cucu kita nantinya,” ujar Ketua Dekranasda NTT.
Ditambahkan Ketua Dekranasda, terkait ketekunan Sanggar anak belajar tenun ikat tangan tradisional ini dirinya sangat mengacungi jempol karena sejak melakukan kunjungan di tempat – tempat lainnya, baru kali ini dirinya melihat Inovasi dan kreasi yang sangat menggugah hatinya untuk terus maju melangkah melawan Provinsi – Provinsi lain di Indonesia untuk mengharumkan nama NTT dengan terus mengembangkan Tenun Ikat.
Mungkin gambar 2 orang, orang berdiri dan orang duduk
” Ini sangat luar biasa beda dan sangat menarik sekali karena di tempat – tempat lain yang menenun itu Ibu – Ibu, tetapi kali ini saya senang karena di tempat ini ada remaja – remaja putri yang menekuni dan menggeluti inovasi seperti ini karena kita ketahui Remaja – remaja putri sekarang senang mencari uang dengan bekerja di Luar Negeri atau menjadi TKI/ TKW dan atau sebagai karyawan di Toko- toko dan Karyawan di SPBU,” pungkasnya.
Lebih lanjut, Ketua Dekranasda NTT juga menyampaikan bahwa Dekranasda NTT akan menyumbang alat tenun, benang dan kebutuhan lainnya untuk memperlancar pengolahan Tenun Ikat dan hasil kain yang sudah siap dijual akan dibeli oleh Dekranasda NTT untuk memotivasi semangat anak – anak sanggar ” NUNU POU” agar lebih rajin dalam bekerja.
Mungkin gambar 2 orang, anak, orang duduk, orang berdiri dan luar ruangan
Ketua Dekranasda NTT berharap agar hasil yang nantinya diperoleh dari jual beli kain bisa dibagi dua sehingga anak – anak juga tahu cara mencari dan menghasilkan uang sejak kecil dengan bertenun.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Sanggar Anak Belajar Tenun Ikat Tangan Tradisional ” NUNU POU” ini didirikan sejak tanggal 19 Februari Tahun 2021 dengan jumlah anak belajar tenun sebanyak 15 orang.
Selain melakukan Kunjungan di Kabupaten Belu, Ketua Dekranasda Provinsi NTT- Ny. Julie Sutrisno Laiskodat dan rombongan akan melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Malaka.
Berita: Norci & Ria Mauk
Foto : Jhon Da Silva
Video: Sipri Luma
Editor : Elias Mali

 

Facebook