Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Senin (03/05), Bupati Belu – dr. Agustinus Taolin,Sp.PD, KG-EH, FINASIM dan Wakil Bupati Belu – Drs Aloysius Haleserens, MM bersama Unsur Forkompinda Kabupaten Belu mengikuti Rapat Koordinasi secara Virtual Penanganan Covid-19 bertempat di Ruang Rapat Bupati Belu.
Mungkin gambar satu orang atau lebih, orang duduk dan orang berdiri
Rapat koordinasi yang digelar Kementerian Dalam Negeri RI dalam rangka penegakkan disiplin Protokol Kesehatan dan Penanganan Covid-19 Di Daerah, dipimpin Menteri Dalam Negeri RI – Muhammad Tito Karnavian dengan Narasumber diantaranya Menteri Kesehatan RI – Budi Gunadi Sadikin, Menteri Agama RI – Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Perhubungan RI – Budi Karya Sumadi, Kepala BNPP RI – Letjen. Doni Munardo.
Sekjen Kementerian Dalam Negeri – Dr. Ir. Muhammad Hudori, M.Si menyampaikan dua point penting pada rapat koordinasi ini yakni para Kepala Daerah diminta agar arahan yang sudah disampaikan dijadikan acuan untuk melakukan penanganan covid-19 di daerah masing-masing, point ke dua dari hasil rapat koordinasi ini ditindaklanjuti oleh Kepala Daerah dengan melakukan rapat koordinasi yang melibatkan unsur Forkompinda untuk penanganan covid – 19 terutama menjelang perayaan Idul Fitri.
Mungkin gambar layar dan dalam ruangan
Usai rapat koordinasi tersebut, Bupati Belu – dr. Agustinus Taolin, Sp.PD, KG-EH, FINASIM menyampaikan, menindaklanjuti rapat koordinasi virtual dengan Kemendagri, Pemkab Belu akan melakukan rapat koordinasi lanjutan bersama pihak terkait.
” Kita adakan rapat lengkap bersama semua pihak terkait, di situ semua memaparkan strategi, kemampuan, kekuatan. Misalnya Dinas Kesehatan akan papar kekuatan organisasi pencegahan dan test tracing, test tracking, begitu juga pihak Rumah Sakit memaparkan berapa tempat tidur yang di siapkan, berapa obatnya dan personil, alat test,” terangnya.
Lanjut Bupati dalam rapat koordinasi akan dibahas juga peralatan, prosedur test dan pihak yang menyampaikan hasil test.
Mungkin gambar satu orang atau lebih, orang berdiri dan dalam ruangan
” Test yang kita sepakati seperti apa, hasil test siapa yang sampaikan dan koordinasinya bagaimana, misalnya test kita PCR atau antigen, jadi saya sudah bertanya kita boleh PCR, jadi PCR ini adalah standart tertinggi untuk diagnosa Covid-19, saya siang ini pergi melihat ruangan untuk instal PCR Center untuk segera dibenahi dan dijadikan ruangan PCR Center juga pusat diagnostik Covid-19 Kabupaten Belu,” ujar Bupati Belu.
Bupati Belu juga akan melakukan rapat koordinasi bersama unsur Forkompinda secara berkala untuk melakukan evaluasi.
” Pada rapat koordinasi itu kami akan melaporkan data real time. Kemarin kami sudah melatih tenaga surveilens di setiap Puskesmas, tenaga Surveilens adalah orang yang mendeteksi, tracing test, dan memasukan data melalui Handphone setiap hari untuk melaporkan kasus Covid-19,” ujar Bupati Belu.
Berita/ Foto: Ria, Norcy, Jun & Cransen
Editor: Eli Mali
Facebook