Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU- Jumat (02/04), Umat Katolik Paroki Katedral Santa Maria Immaculata Atambua mengikuti Perayaan Ekaristi Kamis Putih yang dipimpin oleh Uskup Atambua – Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr, Kamis (01/04).
Mungkin gambar satu orang atau lebih, orang berdiri dan dalam ruangan
Dalam khotbah Uskup Atambua pada Perayaan misa Kamis Putih, umat Katolik diajak untuk mengenang kembali perjamuan terakhir yang dipimpin Yesus Kristus bersama murid-muridnya. Perjamuan malam terakhir Yesus Kristus menyerahkan tubuh dan darahnya pada Bapa di Surga dalam wujud roti dan anggur yang diberikan kepada para rasul. Sesuai Tema Perayaan Ekaristi Kamis Putih MENGASIHI SAMPAI PADA KESUDAHAN, umat diingatkan selama masa paskah untuk senantiasa membangun iman akan misteri hidup, sengsara, wafat dan kebangkitan Tuhan.
“ Peristiwa ini adalah puncak dan sumber dari seluruh kehidupan kita, sumber dari iman kita, sumber dari liturgi kita dan sumber dari segala perbuatan hidup kita di dunia. Dengan Paskah Tuhan mengharapkan agar kita hidup mengikuti teladan yang Tuhan berikan kepada kita. Dan Kiranya melalui Paskah ini juga kita menimba kekuatan ditengah situasi hidup yang sulit karena Covid-19 ditambah dengan resesi hidup dan krisis ekonomi yang kita alami saat ini, baiklah kita belajar dari Tuhan yang senantiasa bisa menanggung semuanya, mengatasi semuanya dengan menanggung semua itu didalam diri, panggilan untuk kita semua,” kata Uskup.
Mungkin gambar satu orang atau lebih, orang berdiri dan dalam ruangan
“Marilah kita juga menggunakan kekuatan itu untuk mengalahkan semua yang bisa kita kalahkan sehingga kita bisa membawa dunia lebih baik bersama dengan Tuhan,” ajaknya.
” Selama masa APP (Aksi Puasa Pembangunan) tahun ini kita diundang untuk senantiasa bekerja dengan tertib, alam kita saat ini rusak dunia pertanian juga ikut porak poranda, kita mengalami segala kesulitan karena memang kita belum menggunakan daya dan talenta yg telah Tuhan berikan kepada kita juga kekayaan alam yang telah Tuhan berikan kepada kita belum kita olah secara maksimal untuk memperbaiki kehidupan kita,” harapnya.
Mungkin gambar satu orang atau lebih, orang berdiri dan dalam ruangan
Ditambahkan Uskup, bahwa Paskah memberikan makna untuk bangkit bersama Tuhan, bangkit memperbaiki dunia, agar dunia bisa menjadi lebih baik seperti yang dikatakan oleh Bapa Suci supaya Dunia atau Bumi dapat menjadi rumah untuk semua orang.
Diakhir khotbahnya, Uskup berpesan didalam situasi dicekam karena kejadian-kejadian terorisme, mari terus membangun cinta kasih Tuhan untuk mencintai sesama seperti Tuhan mencintai umat-Nya sampai mati. Tuhan telah mati di kayu salib dan bangkit untuk mempersatukan semua umat.
Usai Perayaan Ekaristi, Yang Mulia Uskup Atambua – Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr, melakukan Perarakan Sakramen Maha Kudus mengelilingi umat di dalam gereja dan di luar gereja Katedral Atambua.
Berita/Foto: Tim Peliput
Facebook