Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Kamis (18/02), Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Belu bekerjasama dengan Rumah Sakit Bantuan (Rumkitban) Atambua kembali melakukan penyuntikan Vaksin Sinovac Covid-19 tahap kedua bagi 10 orang penerima pertama di Lingkup Pemda Belu, bertempat di Rumah Sakit Tentara Atambua.
Mungkin gambar 1 orang, berdiri, luar ruangan dan teks yang menyatakan 'UDAYANA RS Tk Tk.I ATAMBUA RUMAH SAKIT TK IV. ATAMBUA SELAMAT DATANG PESERTA VAKSINASI COVID-19 ××××'
Penyuntikan Vaksin Sinovac Covid-19 tahap ke dua ini merupakan kelanjutan dari pemberian vaksin Sinovac Covid-19 tahap pertama yang telah dilakukan pada tanggal 04 Februari 2021 yang diberikan kepada 10 orang pertama di lingkup Pemda Belu.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu– Ir. Florianus Nahak, M.Si mengatakan untuk pemberian vaksin tahap pertama bagi 10 orang peserta ini sudah selesai dengan dilakukannya pemberian vaksin tahap ke dua pada hari ini.
Mungkin gambar satu orang atau lebih
“ Jadi untuk tahap pertama pemberian vaksin bag 10 orang pertama yang berasal dari Pemerintah Daerah hari ini sudah selesai dan telah dilaksanakan dengan baik. Untuk tenaga kesehatan target kita 1.360 orang dan sampai saat ini sudah mencapai 72,35 % untuk vaksin pertama dan diharapkan untuk dua hari kedepan ini bisa mencapai 100% untuk seluruh nakes sehingga paling lambat pada akhir bulan Februari untuk pemberian Vaksin Sinovac Covid -19 ini untuk seluruh tenaga kesehatan bisa selesai, sehingga bisa masuk pada tahap ke dua yakni pemberian vaksin bagi seluruh pelayanan publik baik itu ASN, tenaga kontrak, TNI/POLRI, Pedagang, serta instansi-instansi pelayanan publik lainnya bisa kita lakukan pelayanan vaksin menyeluruh di tahap kedua pada bulan Maret hingga bulan Mei mendatang”, ujar Florianus Nahak yang juga merupakan Kepala BP4D Kabupaten Belu.
Lebih lanjut dikatakannya, saya berharap secara nasional kita bisa mendukung kegiatan ini sehingga dalam konteks kesiapan dalam menghadapi pandemi ini populasi kita dalam hal ini masyarakat Kabupaten Belu sudah bisa tercover secara baik, dengan demikian kita bisa memutuskan mata rantai Covid-19 tersebut.
Mungkin gambar satu orang atau lebih dan orang berdiri
Dirinya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Belu untuk tidak merasa cemas karena seluruh masyarakat akan mendapat vaksin, namun dengan begitu kita juga tetap harus mengikuti Protokol Kesehatan.
Menurut Plt. Kadis Kesehatan, hingga saat ini tidak ditemukan vaksin yang rusak atau gagal produksi karena ditangani secara baik dan setiap 2 jam pelaporan suhu standar dari 4 s/d 8 derajat merupakan kewajiban dari tiap-tiap fasilitas Kesehatan yang ditugaskan untuk membuat pelayanan, termasuk Rumkitban Atambua.
Mungkin gambar satu orang atau lebih
Sementara itu, Dandim 1605 / Belu – Letkol Inf. Wiji Untoro ketika diwawancarai mengatakan bahwa dirinya dalam keadaan sehat dan baik-baik saja setelah menerima vaksin pada tahap pertama dan tidak merasakan gejala-gejala apapun seperti pusing ataupun demam hingga sampai pada vaksin tahap ke dua ini. Dandim juga menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Belu untuk tidak takut divaksin karena pemberian vaksin tersebut adalah untuk kesehatan kita agar dapat memutus mata rantai Covid-19.
Berita/Foto: Tim Peliput
Facebook