Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMIFO KAB. BELU – Sabtu, ( 30/01) Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan didampingi Pj. Sekda Belu – Frans Manafe, S. Pi dan Plt. Kepala Dinas Kesehatan – Ir. Florianus Nahak, M.Si memantau ketersediaan Vaksin Covid 19, di ruang Vaksin Instalasi Farmasi Kabupaten Belu, Jumat (29/01).
Mungkin gambar dalam ruangan
Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan mengungkapkan terkait dengan ketersediaan Vaksin di Dinas Kesehatan Kabupaten Belu saat ini sekitar 3.080 yang akan didistribusikan ke 17 Puskesmas yang ada di Kabupaten Belu untuk selanjutnya akan di Vaksinasikan kepada Nakes dan masyarakat.
” Ketersediaan vaksin yang saat ini ada di Dinas kesehatan sekitar 3.080 dan dosis yang dipakai dua kali untuk perorang, berarti sekitar 1.540 perorang yang akan dilayani, dan untuk vaksinasi awal akan diberikan kepada 10 orang yang akan dilaksanakan di Rumah Sakit Tentara sesuai surat yang sudah diedarkan oleh Dinas Kesehatan kepada para peserta penerima pertama Vaksin,” ungkapnya.
Mungkin gambar 1 orang dan berdiri
” Saya kira vaksinasi ini merupakan program Nasional dan Dunia sehingga yang kita antisipasi sekarang ini adalah persiapan agar vaksin yang ada di gudang ini tidak rusak, kita minta kerja sama dengan PLN untuk menyediakan arus listrik dan untuk antisipasi adanya pemadaman listrik, dari Dinas Kesehatan sendiri sudah siapkan Genset untuk menormalkan arus listrik oleh karena di tempat penyimpanan vaksin ini suhu ACnya minimal sekitar 4,2 – 4,3 derajat Celcius,” ucap Wabup.
Kita mau mengabdi dan melayani secara total kepada masyarakat, namun kita yang melayani secara total ini juga diintai oleh virus ini oleh karena virus ini tidak memandang status kita. Saat ini sampai ada yang terpapar covid 19 oleh karena ketidak disiplinan masyarakat kita untuk mematuhi protokol kesehatan yang secara nasional sudah disampaikan kepada kita, maka mau tidak mau kita harus hadapi oleh karena virus ini siapa pun akan diserang terutama orang – orang yang berumur rentan di atas 60 tahun, oleh karena itu kita semua harus waspada dan hati-hati dan mematuhi protokol kesehatan untuk supaya bagaimana virus ini bisa diatasi dengan imunisasi vaksin.
Mungkin gambar 1 orang, berdiri dan dalam ruangan
Protokol kesehatan menjadi salah satu senjata andalan kita untuk bagaimana supaya kita mengirim ilir ataupun menghindari terjadinya penyebaran virus oleh karena itu diharapkan para masyarakat untuk tetap menggunakan masker kemanapun kita pergi dan selalu mencuci tangan ketika pulang dari bepergian ataupun kita berada di tempat-tempat keramaian.
“Terkait dengan dukungan anggaran Wakil Bupati Belu mengungkapkan sudah tersedia 22 miliar dan sudah ada keputusan bupati untuk kesehatan disediakan sekitar 13 miliar kemudian jaring pengaman sosial dan pengendalian ekonomi juga sudah tersedia dan saya sudah sampaikan kepada pejabat Sekda bahwa anggaran ini tidak cukup kecuali setelah vaksinasi ini dilaksanakan dan ada penurunan maka harus tambah lagi alokasi anggaran. 13 miliar yang dialokasikan untuk dinas kesehatan kegiatan itu untuk semua kepentingan termasuk rumah sakit karantina, semoga dengan 22 miliar ini dan untuk jajaran kesehatan 13 m ini untuk sementara dapat mengatasi persoalan ini oleh karena berbicara soal dana itu tidak bisa bicara begitu saja karena pembahasan anggaran ini kita bahasnya di sidang Paripurna Dewan, ” ungkap Wakil Bupati Belu.
Untuk Vaksin yang ada saat ini di Dinas Kesehatan Kabupaten Belu yakni Vaksin Sinovac berjumlah 3.080 vaksin, dan pelaksanaan Vaksinasinya akan dilaksanakan pada Minggu pertama bulan April 2021.
Berita/Foto: Hengki Mao & Rio BB

 

Facebook