Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Kamis (08/01) Berbagai kegiatan dan materi yang didalami dan diperoleh dari kegiatan Sosialisasi Gerakan Sekolah Menyenangkan oleh para guru di SMK Katolik Kusuma Atambua. Pada Intinya dari program ini adalah para guru di bimbing untuk dapat mengerti dan memahami materi-materi yang berkaitan dengan Gerakan Sekolah Menyenangkan dan diminta untuk berkreasi sesuai metode pengajaran dari berbagai sumber materi yang diperoleh saat mengikuti sosialisasi ini pada hari Rabu, (07/01).
Gambar mungkin berisi: 2 orang
Materi-materi yang diperoleh yakni materi Audio visual, animasi-animasi pengajaran dari berbagai sumber. Dimana pada Audio visual dan animasi-animasi pada metode pengajaran ini para guru diminta untuk melihat, menganalisa, dan membuat suatu penilaian berdasarkan kreatifitas para guru untuk dapat menghasilkan sebuah ide sesuai dengan apa yang sudah dilihat pada Audio visual dan animasi-animasi yang sudah dilihatnya. Setelah itu para guru sesuai dengan kelompoknya dapat mempresentasikan kepada para peserta tentang apa yang sudah dihasilkan dalam kelompok mereka berdasarkan materi-materi yang diperoleh. Selanjutnya materi -materi yang diperoleh dari kegiatan Sosialisasi ini akan diterapkan kepada para siswa SMK Katolik Kusuma Atambua dan SMK lain yang dipilih menjadi sekolah unggulan Central Of Excellence oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kejuruan.
Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri
Dominika T. Kolo, salah satu peserta sekaligus Wakasek Kurikulum mengungkapkan bahwa dalam mengikuti sosialisasi ini mereka mendapatkan banyak pengalaman terkait dengan model pembelajaran yang menyenangkan yang dipaparkan oleh panitia terutama dalam program Gerakan Sekolah Menyenangkan.
” Memang sangat luar biasa karena selama ini yang kami pikirkan dan kami buat semuanya itu masih terpaku pada kurikulum dan kebiasaan-kebiasaan yang lama yang selama ini kami buat. Dengan adanya sosialisasi gerakan sekolah menyenangkan ini kedepannya diharapkan para guru atau pendidik lebih mampu untuk berkreasi berinovasi menciptakan model pengajaran baru bagi anak didik sehingga mereka dapat mengembangkan kemampuan anak didik untuk menjadi pegangan hidup. Agar nantinya setelah mereka tamat dari SMK Kusuma ini mampu membawa suatu keberhasilan dalam hal ini keterampilan yang mendasar sebagai keterampilan hidup yang nantinya mereka bisa kembangkan dikemudian hari,” ungkapnya.
Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang duduk dan dalam ruangan
Untuk sekolah menyenangkan ini tidak terlepas dari berbagai macam fasilitas, sarana – prasarana dan bersama teman-teman kami berdiskusi tentang apa yang telah kami lakukan. Disini ada hal utama yang harus kami perbaiki yang pertama itu adalah mindset ataupun pola pikir yang selama ini kami pikirkan.
Pembelajaran diluar sekolah misalkan dengan kondisi yang sembrawut tidak terkendali itu tidak boleh, namun ternyata untuk gerakan sekolah menyenangkan ini hal-hal seperti itu dibolehkan oleh karena dengan adanya kebebasan dengan adanya suasana yang berbeda tempat yang lebih bervariatif anak-anak justru lebih berkembang, bisa menemukan jati diri mereka. Dalam kondisi ini anak -anak menemukan hal-hal baru yang bisa dikembangkan sesuai dengan bakat dan kemampuan mereka.
Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri dan dalam ruangan
Mewakili teman-teman para peserta saya mengucapkan banyak terima kasih yang pertama kepada Direktorat Kementerian Pendidikan yang mengadakan kegiatan ini yang telah mengundang Kepala Sekolah kami untuk mengikuti sosialisasi gerakan sekolah menyenangkan, sehingga dari tanggal 05 hingga 07 Januari Kepala Sekolah kembali berbagi dengan kami lewat sosialisasi Gerakan Sekolah Menyenangkan, dan kami semua berharap agar kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dan tidak hanya sekedar sosialisasi lalu kami mendengarkan dan selesai tetapi kami berharap Gerakan Sekolah Menyenangkan ini benar-benar terjadi di sekolah kami sehingga apa yang menjadi cita-cita dan harapan anak-anak maupun harapan bangsa ini pun dapat tercapai.
Berita/Foto: Hengki Mao
Facebook