Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Selasa (17/11), Gubernur Nusa Tenggara Timur- Viktor Bungtilu Laiskodat bersama rombongan didampingi Pjs. Bupati Belu – Drs. Zakarias Moruk, MM melakukan Kunjungan Kerja ke Desa Dafala, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Senin, (15/11).
Dalam kunjungan ini Gubernur Nusa Tenggara Timur melakukan tatap muka bersama masyarakat Desa Dafala di lokasi Perumahan Transmigrasi UPT Sanabibi.
Dalam sambutannya Gubernur Nusa Tenggara Timur – Viktor Bungtilu Laiskodat, SH., M.Si mengajak Kepala Dinas Kesehatan, para Camat dan para Kepala Desa untuk bekerja sama dalam meminimalisir atau mengurangi Stunting yang ada di Kabupaten Belu terutama di Kecamatan Tasifeto Timur yang Stuntingnya sangat tinggi. Gubernur juga berharap Stunting di NTT yang pada tahun 2018 mencapai 42% dan di tahun 2020 menurun hingga 23,9% semoga pada akhir tahun ini dapat berkurang hingga 19/20 %. Gubernur meminta agar Dinas Kesehatan provinsi maupun kabupaten untuk bekerja ekstra untuk terapi para pengidap Stunting dengan benar dan kalau ini tercapai maka ini merupakan prestasi yang baik.
Lanjut Gubernur, sekarang ini kita sudah memasuki musim hujan saya meminta kepada orang tua agar menjaga kebersihan di lingkungan sekitar untuk menghindari berkembangnya nyamuk demam berdarah dan apabila anak sakit panas sudah diatas tiga hari segera bawah ke puskesmas atau rumah sakit untuk segera ditangani. Saya meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten untuk memberi sosialisasi kepada masyarakat untuk bersama memperhatikan kebersihan di lingkungan dimana masyarakat berada untuk menghindari terjadinya perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.
Dalam bidang Pertanian, Gubernur Nusa Tenggara Timur sangat memberi apresiasi kepada para petani yang tinggal di Translok Sanabibi.
” Saya sangat memberi apresiasi kepada para petani yang tinggal di translok ini oleh karena mereka kreatif menciptakan suatu inovasi baru membuat tanaman holtikultura secara moderen, ini merupakan langkah prestasi yang baik saya meminta dari transmigrasi agar bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pertanian juga Dinas Perindustrian untuk membuka lahan yang lebih luas lagi. Untuk Dinas Perindustrian supaya kedepannya petani holtikultura yang ada di translok ini tidak hanya produksi Tomat tetapi juga Saus Tomat. Kita tentunya bangga dan senang disaat di seluruh belahan dunia mengalami masalah serius terhadap interaksi sosial bertemu orang saja takut tetapi kita di NTT tetap beraktivitas seperti biasa, ini merupakan sebuah rahmat yang kita perlu syukuri oleh karena meskipun kita di NTT termiskin ke- 3 di Indonesia namun kita yakin kalau kita bekerja rajin seperti para petani di lokasi translok ini akan membuat NTT menjadi maju dan hebat. Kita perlu belajar banyak dari para petani, oleh karena itu Pemerintah Provinsi melalui dinas terkait akan mengintervensi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang terutama adalah masalah air yang sangat kurang oleh karena musim kemarau yang berkepanjangan,” ungkapnya.
“Saya minta kepada Pjs. Bupati Belu dan Kepala Dinas Pertanian supaya pupuk dan benih- benih bantuan kepada masyarakat segera distribusikan sebelum turun hujan sudah ada di tangan para petani. Pastikan laporannya saya terima agar empat puluh ribu hektare lahan pada musim tanam ini dapat kita selesaikan dengan baik,” ucapnya.
Sementara untuk penerangan listrik di lokasi Translok, Gubernur akan menghubungi pihak PLN Provinsi NTT untuk segera memasang jaringan listrik kepada masyarakat yang tinggal di lokasi Translok UPT Sanabibi.
Sedangkan masalah kebutuhan air Gubernur meminta dinas terkait untuk segera melakukan langkah-langkah dalam proses pemboran air bawa tanah.
Untuk di ketahui Gubernur bersama rombongan juga sempat meninjau langsung tanaman holtikultura berupa Tomat di lokasi lahan garapan Kelompok Tani Onuoan Desa Dafala, Kecamatan Tasifeto Timur.
Berita/Foto: Hengki Mao & Domi Bitin
Facebook