Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Senin (16/11), Kabupaten Belu menjadi salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang bisa memproduksi dan menghasilkan sendiri benih Jagung Komposit dan mensuplai ke kabupaten lain salah satunya ke Kabupaten Kupang. Dalam Kunjungan Kerja Gubernur Nusa Tenggara Timur – Viktor Bungtilu Laiskodat, SH., M.Si ke Desa Leuntolu Kecamatan Raimanuk ini juga sekaligus menyaksikan secara langsung penyerahan benih padi, benih jagung Hibrida, benih jagung Komposit dan alsintan berupa alat pemipil jagung dan padi kepada kelompok tani di Desa Leuntolu oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur, Minggu 15 November 2020.
Dalam sambutan Gubernur Nusa Tenggara Timur – Viktor Bungtilu Laiskodat, SH., M.Si yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur – Lecky Frederich Koli, S.TP mengatakan setelah sekian lama para petani dan pendamping penyuluh di Nusa Tenggara Timur ini bergantung benih kepada provinsi yang lain sehingga menyebabkan dalam perkembangan usaha pertanian kita seringkali mengalami keterlambatan, benih itu tiba musim hujannya sudah lewat dan mengakibatkan petani menerima benih asalan sehingga mengakibatkan hasil produktifitas kita rendah. Karena itu ketika kami diperintahkan oleh Gubernur pada bulan Agustus, nomor satu yang kita kerjakan adalah memperbaiki siklus perbenihan, maka hari ini kita bisa menyaksikan upaya-upaya yang kita kerjakan sudah menjadikan hasil dari aspek perbenihan. Dari aspek perbenihan ini saja Kabupaten Belu sudah bisa memproduksi benih jagung jenis Komposit dan benih ini sudah bisa keluar dari Kabupaten Belu dan sudah bisa suplai ke Kabupaten Kupang. Kabupaten Kupang juga sudah bisa memberikan benih padi untuk bisa back up ke Kabupaten Belu. Hal-hal yang sama juga kita lakukan di daratan Flores misalnya benih jagung Komposit yang diproduksi Flores dan padi kita suplai untuk Kabupaten Sumba,” ungkapnya.
“Satu langkah yang baik karena Kita juga mendapat dukungan penuh dari Gubernur NTT sehingga kami di Dinas Pertanian sekarang ini telah mempersiapkan benih untuk di tanam pada musim tanam. Untuk itu kita berharap pada musim tanam April dan September tidak ada lagi keterlambatan benih. Karena kami sudah siapkan benih padi, benih jagung dan kacang-kacangan yang sifatnya lokal. Dan benih padi tahun ini saja kita butuhkan 1.650 ton dan kita tidak mampu untuk memenuhi semuanya,” harapnya.
Lanjut Kadis, kalau untuk benih jagung Komposit kita sudah bisa hasilkan sendiri sedangkan benih jagung Hibrida kita datangkan dari luar, karena itu di musim tanam kedua kita sudah bisa menanam benih pokok yang nanti kita akan panen pada bulan dua dan tiga. Dirinya juga mengharapkan kepada semua petani yang akan mengikuti program pemerintah tidak sebatas hanya jagung, semua instrumen pemerintah untuk holtikultura baik itu bawang, cabe, tomat dan semua jenis kacang-kacangan yang kita intervensi dari pemerintah wajib menghasilkan, bukan hanya panen kacang hijau tetapi harus ada ternak kecil, unggas dan lain sebagainya sehingga tujuannya untuk ketahanan ekonomi, ketahanan pangan, rumah tangga sekaligus bisa memenuhi tanggung jawab sosial bagi petani yang bersangkutan karena sudah mempunyai aset dan membantu pemerintah dalam meningkatkan masalah kemiskinan dan sebagainya.
Kedepan kita perlu kerjasama antar pemerintah provinsi, kabupaten dan semua stakeholder serta pendamping PPL untuk bisa mengintegrasikan diri dan bersama-sama untuk mendorong kelompok tani dan para petani untuk bisa berada di dalam satu tindakan yang seragam untuk bisa meningkatkan produksi kita yang lebih baik lagi.
Untuk diketahui Kelompok Tani yang menerima bantuan berupa Poktan penerima Benih Jagung Hibrida yakni Poktan Sinar Kualitas dan Poktan Sinar Melamonun, Poktan penerima Benih Padi yakni Poktan Makmur Mandiri, dan Poktan Hali Asekin, Poktan penerima Benih Jagung Komposit yakni Poktan Sinar Harapan dan Poktan penerima Pemipil Jagung adalah Poktan Manuaman.
Berita/Foto : Mercy A. dan Okto M.
Facebook