Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU – Rabu (14/10), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan mengadakan Sosialisasi Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Pendidikan SMK COE ( Center of Excellence) bagi Kepala Sekolah dan para guru SMK Kusuma Atambua yang berlangsung di aula Susteran SSpS Atambua, pada hari Selasa (13/10).
Dr. Frans Masse Pakpahan, Pendamping Pusat SMK COE (Center Of Excellence) sektor hospitality Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan mengungkapkan, tujuan pendidikan kejuruan, untuk menghasilkan tenaga kerja terampil yang memiliki kemampuan sesuai dengan tuntutan kebutuhan dunia usaha atau industri serta mampu mengembangkan potensi dirinya dalam mengadopsi dan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
” Kita tahu SMK itu merupakan salah satu peluang untuk masuk ke dalam dunia usaha, dunia kerja dan dunia industri, maka Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Direktorat Sekolah Menengah Kejuruaan melakukan sosialisasi pembelajaran dan penjaminan mutu pendidikan SMK COE ( Center of Excellence ) bagi Kepala Sekolah dan para guru di Sekolah Menengah Kejuruan Katolik Kusuma Atambua untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kependidikan untuk menjamin mutu pendidikan di SMK dalam mekanisme yang sistematis, terintegrasi dan berkelanjutan untuk memastikan bahwa proses penyelenggaraan pendidikan telah sesuai dengan standar mutu,” ungkapnya.
Lanjutnya, sekolah kejuruan akan selalu bekerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri, namanya IDUKA ( Industri Dunia Usaha dan Dunia Kerja ). Ada empat hal dalam pengembangan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruaan yakni yang pertama Sumber Daya Manusia, yang kedua pendidik dan tenaga pendidik, yang ketiga kerjasama dan yang keempat kelulusan.
Idealnya kurikulum selalu terupdate sehingga apa yang dibutuhkan di dunia kerja atau dunia usaha harus diterjemahkan dalam kurikulum agar dapat bekerjasama dengan dunia industri dan dunia kerja. Dan bagi tenaga pendidik untuk sekolah Menengah kejuruan seorang pendidik atau guru dalam mendidik anak muridnya harus profesional sesuai dengan kompetensi dan kemampuannya. Tidak hanya gurunya tetapi juga Kepala Sekolahnya sangat berperan dalam menentukan keberhasilan mutu pendidikan pada sekolah kejuruan itu.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Menengah Provinsi Nusa Tenggara Timur – Mathias M. Beeh, S. STP. Par mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi akan selalu mendampingi Sekolah Kejuruan yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam mengembangkan dan meningkatkan mutu pendidikan.
” Hari ini kita berada di SMK Katolik Kusuma Atambua untuk mengekspos keberhasilan di dunia pendidikan dalam kaitan dengan percepatan mutu yang didorong terus oleh Pemerintah Provinsi dalam hal ini Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur lewat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk terus mengawal mutu di tingkat persekolahan SMK sebagai salah satu bagian dari tugas pengontrolan kualitas mutu ini kita ajukan untuk terus berkembang dan dari sekian banyak, SMK Kusuma Atambua terpilih menjadi salah satu Central Of Excellence ( SMK COE ) yang oleh kementerian di petakan menjadi sebuah SMK model yang menjadi pusat perhatian pengembangan mutu yang dimulai dari sisi pembelajarannya maupun dukungan sarana prasarana ataupun fasilitas pendukung lainnya,” pungkasnya.
Lanjutnya dengan kehadiran selain narasumber pusat tetapi juga tidak kalah penting dari IDUKA, Sotis Hotel, Tedis Travel dan Kadin mereka hadir dalam sosialisasi. Ini membuktikan bahwa dukungan yang sangat positif terhadap perkembangan SMK kedepan, oleh karena SMK menjadi pusat dari keunggulan maka dengan sendirinya akan menjadi pusat kelulusan yang memberi kontribusi bagi masyarakat. Semua ini berjalan baik oleh karena pola pendidikan yang dikembangkan dalam manajemen persekolahan. Kita berharap dengan pemilihan SMK Katolik Kusuma Atambua menjadi SMK COE (Central Of Excellence) akan mendorong percepatan mutu. Dengan demikian ada aliansi kolaborasi dari industri tetapi juga akan menggandeng SMK- SMK lain yang ada di NTT untuk ikut berkontribusi dalam posisi yang sama.
Dalam situasi pandemi covid 19 lewat surat edaran yang diberikan oleh Gubernur secara teknis di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kita melakukan pola buka tutup dalam kaitan dengan pembelajaran dalam masa pandemi Covid -19. Buka tutup ini kita lakukan ketika wilayah tertentu dikatakan zonanya hijau maka pembelajaran bisa dilakukan secara offline sedangkan kalau zona merah maka pembelajaran dilakukan secara online.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SMK Katolik Kusuma Atambua – Sr. Agustina Bete Kiik, SSpS mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan yang telah berkontribusi terhadap pengembangan pendidikan di SMK Katolik Kusuma Atambua.
” Saya mewakili lembaga pendidikan ini mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan yang telah memilih SMK Kusuma Atambua menjadi salah satu sekolah pusat keunggulan COE (Central Of Excellence) di sektor hospitality. Saya berharap agar kita pun bangkit untuk menjadi sekolah yang mampu bersaing dengan dunia industri, sesuai Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia. Inpres tersebut mengamanatkan perlunya revitalisasi SMK secara komprehensif untuk menghasilkan lulusan SMK yang berdaya saing dan siap menghadapi tantangan dan dinamika perkembangan nasional maupun global'” ungkap suster Agustinas.
Dikatakannya tahun lalu SMK Kusuma masuk dalam 500 SMK se-Indonesia yang terpilih untuk revitalisasi dan tahun ini realisasinya sehingga kita pun terpilih sebagai sekolah pusat keunggulan COE sektor hospitality jurusan tata boga dan akomodasi perhotelan. Dengan menjadi sekolah COE kedepannya kita mampu menjadi pusat training dan memiliki otorisasi untuk mensertifikasi guru dan siswa serta dapat menghasilkan produk barang dan jasa yang dapat di serap di industri atau pasar langsung.
Lanjutnya ” Untuk itu perlu adanya kerjasama dengan dunia industri dan dunia kerja baik dalam penyelarasan kurikulum guru tamu dari IDUKA, tempat magang guru dan tempat praktek siswa serta menyerap lulusan oleh IDUKA agar tujuan dari COE dapat tercapai. Sosialisasi ini untuk memberi gambaran dan langkah-langkah yang tepat yang harus dilaksanakan oleh sekolah maupun industri dan dunia kerja atau IDUKA dalam rangka mewujudkan SMK Kusuma tumbuh menjadi sekolah unggulan COE di Nusa Tenggara Timur khususnya di Kabupaten Belu,” harap Suster Kepala SMK.
Berita/Foto: Hengki Mao & Domi Bitin

 

Facebook