Facebookyoutubeinstagram
DINAS KOMINFO KAB. BELU- Rabu (08/04), Menteri Dalam Negeri RI – Prof. Drs. H. Muhamad Tito Karnavian , M.,Ph.D., melakukan Video Conference (Vidcon) bersama 497 Kepala Wilayah Provinsi/Kabupaten/Kota, dalam rangka koordinasi kebutuhan daerah bidang Perindustrian, Perdagangan dan Pangan untuk pencegahan penyebaran dan penanganan Covid-19, Selasa 7 April 2020.
Vidcon ini menghadirkan Narasumber Menteri Perdagangan RI – Agus Suparmanto, Menteri Perindustrian RI – Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri BUMN RI – Erick Thohir, Menteri Pertanian RI – Syahrul Yasin Limpo, Menteri Tenaga Kerja RI – Ida Fauziyah, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal – Bahlil Lahadila, Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan – Irjen Antam Novambar, Ketua Himpunan Pengusaha Muda – Mardani H. Maming, Ketua Umum Kamar Dagang – Rosan P Roeslani, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia – Hariyadi Sukamdani.
Menteri Dalam Negeeri RI – Tito Karnavian menyampaikan Vidcon ini di laksanakan untuk mensinkronkan antara Pusat dan Daerah berkaitan dengan krisis Covid-19 sekaligus Kemendagri selaku pembina kewilayahan menampung aspirasi dari wilayah-wilayah. Vidcon ini dengan topik tentang persediaan sarana prasarana kesehatan juga ketahanan pangan di masing- masing daerah.
Lanjut Mendagri, untuk menghadapi krisis Covid-19 sudah banyak langkah-langkah yang dilakukan yakni membendung penyebaran penularan mulai dari physical distancing, social distancing, strategi memperkuat kekebalan tubuh warga, memperkuat kapasitas sistim kesehatan di daerah masing- masing, mencukupi kesediaan sarana prasarana untuk perang melawan Covid-19, ada dua alat perang yang digunakan yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan kesehatan dan pangan serta memperkuat jaring pengamanan sosial.
Dijelaskan Mendagri, Kemendagri telah membentuk tim yaitu tim pertama yang bertugas menginventarisasi kebutuhan kewilayahan terutama yang berhubungan dengan alat-alat kesehatan dan tim kedua menginventarisai kesiapan pangan.
“Kita berusaha untuk mengutamakan kesehatan Publik tapi juga menjaga agar ekonomi tidak jatuh terlalu dalam sehingga masih memiliki daya tahan ekonomi untuk perang melawan Covid-19,” kata Mendagri.
Dikatakan Mendagri perlu ada langkah-langkah mobilisasi nasional, Pemerintah Pusat tidak bisa bekerja sendiri oleh karena itu dibutuhkan kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah.
“Kita harapkan daerah juga mengambil peran untuk menjaga daerahnya masing-masing termasuk mencukupi kesediaan sarana prasarana kesehatan, memperkuat kapasitas sistem kesehatan daerah, mengantisipasi apabila terjadi lonjakan, membendung penyebaran penularan Covid-19,” harap Mendagri.
Mendagri menambahkan, kesiapan pangan sangat penting karena pangan apabila tidak cukup masyarakat akan lebih takut pada kelaparan di bandingkan dengan ancaman Covid-19 yang mungkin bisa tertular bisa tidak.
Vidcon yang berlangsung di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu diikuti Wakil Bupati Belu, Kepala Dinas Nakertrans, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, dan Kepala DPMPTSP Kabupaten Belu.
Berita/Foto: Ria Mauk & Sipri Luma
Facebook