Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Rabu (18/3), Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Belu bekerjasama denga sejumlah Komunitas Lokal dalam Wilayah Kabupaten Belu memberikan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kertampilan bagi 30 pencari kerja di Kabupaten Belu Tahun Anggaran 2020, bertempat di Yayasan Kursus Putri Sulu Obor Lebur, Desa Mandeu, Kecamantan Raimanuk, Kabupaten Belu, Selasa 17/3/2020.

Gambar mungkin berisi: 8 orang, orang duduk dan dalam ruangan

Pelatihan yang dihadiri pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Belu, Camat Raimanuk – Drs.Tarsisuis Edi, Kepala Desa Mandeu – Edmundus Ulu ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan kompetensi pencari kerja yang handal agar mampu bersaing dipasar terbuka. Selain itu, menciptakan lapangan kerja baru dalam berwirausaha serta meningkatkan taraf hidup masyarakat Belu.

Dengan adanya pekerja yang terampil dan siap kerja maupun calon entrepreneur yang siap membuka unit usaha mikro/kecil diharapkan dapat menggerakan roda perekonomian yang berujung pada meningkatnya taraf ekonomi dan kehidupan masyarakat Belu.

Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang berdiri

Pelatihan yang berlangsung selama 30 hari ini dibuka Ketua Yayasan Kursus Ketrampilan Putri Sulu Obor Lebur – Bruder Beatus, didampingi Bupati Belu – Willybrodus Lay, SH, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Belu – Drs. Laurentius E. Nahak, M.Si, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BP4D) Kabupaten Belu – Ir. Florianus Nahak, M.Si dan Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Raimanuk – Mathernus Klau.

Bupati Belu dalam sambutannya mengingatkan kepada peserta agar memanfaatkan waktu secara baik dan apa yang diperoleh bisa diterapkan di desa masing – masing, sehingga bisa membuka peluang usaha sendiri dan mampu bersaing pada bidang usaha pekerjaan yang dimiliki.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri

“Pelatihan ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh para peserta dengan menerapkan dilapangan untuk menyukseskan program pemerintah Kabupaten Belu. Karena itu, Kunci utama yang harus dimiliki oleh seorang pekerja adalah mental yang kuat serta keyakinan bahwa segala usaha yang digeluti mampu membawa peningkatan taraf hidup keluarga menuju kesejahteraan.
Oleh karenanya, keinginan untuk mewujudkan sebuah lapangan kerja yang dilakoni sendiri dengan kemampuan yang bisa diandalkan merupakan salah satu strategi tepat untuk mewujudkan hal tersebut,’’ tandas Willy Lay.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Disnakertrans Kabupaten Belu – Drs. Laurentius E. Nahak, M.Si mengungkapkan bahwa, salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Belu untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) adalah melalui pendidikan non formal berupa pendidikan dan pelatihan ketrampilan kerja/diklat ketrampilan kerja. Kegiatan ini selaras dengan arah kebijakan pembangunan yang tertuang dalam visi dan misi Bupati Belu tahun 2016 – 2021.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih

Lebih lanjut, Mantan Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Belu ini menyebutkan, kerjasama diklat ketrampilan kerja ini dilakukan selama 3 tahun berturut turut, menggunakan dana APBD I, APBD II dan APBN dan tahun ini telah memasuki tahun ke 2. Untuk tahun 1 telah menunjukkan hasil berupa munculnya unit – unit usaha baru dibidang menjahit, sablon dan salon pria. Untuk tahun 2020 diadakan pelatihan bagi 30 peserta dengan jurusan menjahit, salon kecantikan dan sablon manual. Ketiga jurusan ini dipilih karena animo peserta yang cukup tinggi baik melalui usulan ditingkat musrenbang maupun usulan langsung masyarakat ke Disnakertrans serta analisa terhadap kebutuhan pasar.

“Kegiatan ini untuk mendukung peningkatan produktivitas usaha masyarakat agar ke depan muncul Usaha Kecil Menengah (UKM) guna peningkatkan ekonomi keluarga dan menciptakan lapangan kerja yang bersifat mandiri,” jelas Kadis Laurens.

Gambar mungkin berisi: 13 orang, orang berdiri

Peserta yang mengikuti pelatihan ini berasal desa/kelurahan dalam Kabupaten Belu yang telah diseleksi melalui seleksi administrasi dan wawancara untuk melihat kemampuan dasar serta motivasi dari peserta. Sementara tenaga instruktur berasal dari Komunitas Lokal dalam Wilayah Kabupaten Belu, Yakni Lembaga Kursus Ketrampilan Putri Sulu Obor di Lebur 2 orang, Ira Salon di Atambua 2 orang, Joevyn Sablon di Atambua 2 orang, pelatihan menjahit/tata busana 10 orang, pelatihan salon kecantikan/tata kecantikan 10 orang, pelatihan teknik menyablon 10 orang.

Foto/berita: Stefantje Bele Bau, Ichy Klau, Okto Mali & Frans Leki

Facebook