Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Rabu (06/02), Credit Union Kasih Sejahtera Keuskupan Atambua kembali mengadakan RAT Tahun Buku 2019. Pembukaan RAT ditandai dengan penabuhan gong oleh Pater Vikjen Keuskupan Atambua – Pater Vinsensius Wun, SVD dan sejumlah pejabat yang mewakili Kepala Daerah dari 3 Kabupaten, yakni Kabupaten Belu, Malaka dan Kabupaten TTU, berlangsung di Atambua, Kabupaten Belu, Wilayah yang berbatasan darat dengan Negara Demokratik Timor Leste.

RAT yang dilaksanakan setiap tahun ini sebagai salah satu upaya Pertanggungjawaban Pengurus dan Pegawas dalam satu tahun kerja dan juga pengesahan Perencanaan Strategi dan Rencana Bisnis untuk tahun kerja selanjutnya di tahun 2020.

Bupati Belu yang diwakili Asisten Pembangunan dan Perekonomian Setda Belu – Frans Manafe, S.Pi meyampaikan apresiasi dan profisiat yang setinggi tinginya kepada perintis dan penggiat Koperasi Kredit pada umumnya dan juga Pengurus, Pengawas, manajer serta seluruh anggota koperasi kredit Kasih Sejahtera pada khususnya atas terselenggaranya RAT secara teratur dan tepat waktu.

“ Melaui Rat ini Pengurus dan Pegawas sudah menunjukan kinerja yang bagus karena sudah mampu menjabarkan amanat yang tertuang dalam Undang – Undang No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, di mana koperasi wajib melaksanakan RAT minimal 1 (satu) kali dalam setahun dan menjadikannya sebagai kekuasaan tertinggi dalam tata kehidupan demokrasi koperasi,” ungkap Bupati Belu dalam sambutannya yang dibaca oleh Asisten II Sekda Belu.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan RAT bagi seluruh koperasi merupakan hal yang mutlak dan harus dilaksanakan, karena merupakan ciri dan sendi utama dalam menggerakan koperasi. Selain itu RAT juga merupakan implementasi dan semangat yang harus hidup dalam koperasi yaitu asas kekeluargaan. Dan sebagai Institusi pengambilan keputusan tertinggi dalam kopersai, RAT mengisyaratkan bahwa kekuatan utama pada organisasi Koperasi adalah pada anggotannya.

“ Dalam forum ini setiap anggota mempunyai hak berbicara untuk mengemukakan pendapatnya, sehingga diharapkan pertanggungjawaban yang disampaikan oleh pengurus nanti benar – benar dapat dipelajari dan dipahami oleh anggota yang saat ini hadir,” jelas Bupati Belu.

Bupati berharap, Peserta Rat dapat berperan aktif memberikan saran maupun pendapat yang positif bagi kemajuan CU Kasih Sejahtera dimasa yang akan datang.

Selanjutnya menurut Uskup Atambua yang diwakili oleh Pater Vikjen Keuskupan Atambua – Pater Vinsensius Wun, SVD mengatakan Credit Union Kasih Sejahtera merupakan Salib untuk memenangkan kehidupan. Karena itu, Uskup mengajak lembaga CU dan semua anggotanya untuk bisa meniru dan belajar dari teladan Santo Paulus Miki dan kawan – kawan Martir Jepang yang memberi nyawanya demi Kristus.

“ Karena Itu, belajarlah pengorbanan, kesetiaan, ketahanan dan ketelatenan dalam melaksanakan tugasmu di CU Kasih Sejatera,” pesan Uskup Atambua yang disampaikan oleh Pater Vikjen.

Dalam tahun buku 2019, CU Kasih Sejahtera terus menunjukan pertumbuhan dari berbagai aspek yang dinilai melalui jumlah anggotanya sebanyak 31.829 orang yang tersebar di 12 Tempat Pelayanan di Wilayah Keuskupan Atambua, dengan jumlah aset sebesar Rp. 416.631.739.391,- dan simpanan sukarela sebesar Rp. 297.138.468.422,-.

Hingga saat ini, segmentasi anggota masih pada orang – orang kecil dan yang mendominasi adalah Ibu – Ibu rumah tangga dengan presentase 34,18%, wiraswasta 17,68%, dan petani 17,16%.

Berita / Foto: Norci Man & Jhon Dasilva

Facebook