Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Rabu (05/02), Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu bekerja sama dengan Lembaga Penyiaran Publik ( LPP ) Radio Republik Indonesia (RRI) Atambua mengadakan Dialog Lintas Atambua Pagi dengan Narasumber Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu – Johanes Andes Prihatin, SE., M.Si dengan Topik “ Bijak Bermedia Sosial”.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu – Johanes Andes Prihatin, SE., M.Si dalam dialog tersebut mengatakan perkembangan internet dewasa ini sangat masif, hal ini disebabkan oleh perkembangan teknologi, internet secara radikal yang merubah perilaku manusia terutama dalam aspek berkomunikasi, yakni komunikasi dua arah yang dipisahkan oleh jarak dan waktu tetapi sekarang jarak dan waktu itu hampir tidak ada, jadi begitu masif kecepatan arus informasi. Kecepatan pertukaran ini juga berdampak pada faliditas dan akurasi informasi, di mana orang menjadi lalai dan abai terhadap kebenaran suatu informasi yang diterima tanpa dipertimbangkan apakah informasi tersebut benar dan akurat. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengedukasi masyarakat agar teknologi informasi yang mulanya ditujukan untuk membantu kehidupan masyarakat dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan, bukan teknologi informasi yang menjerumuskan masyarakat ke dalam hal – hal yang tidak diinginkan.

Terkait dengan mengedukasi masyarakat, Kadis menambahkan penggunaan internet secara baik dan benar perlu memperhatikan 5 komponen, yakni penggunaan internet ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan, pengembangan diri dan berdagang, jangan mudah terprovokasi informasi di internet, hindari berdebat di media sosial dan pengawasan orang tua kepada anak yang menggunakan internet.

Selain itu Kadis juga katakan jika berbicara tentang Hoax, ada beberapa langkah yang sudah terstruktur yakni dengan cara mengindentifikasi Hoax itu sendiri, yakni hoax biasanya diawali dengan kata-kata sugestif atau heboh, yang kedua kerap menggunkan nama-nama tokoh terkenal biar cepat dipercaya, ketiga terdengar tidak masuk akal, walaupun didalam konten itu berdasarkan penelitian-penilitian, keempat tidak muncul di media-media arus utama.

Kadis menghimbau kepada masyarakat untuk menjadi warganet Anti Hoax setiap menerima informasi, berfikir kritis apakah konten tersebut masuk akal atau tidak, dan jika menemukan adanya konten Hoax segera melaporkan ke aduan Konten yakni aduankonten.id, cekfakta.com, stophoax.id, dan akan ditindaklanjuti.

Lanjut Kadis, untuk melanjutkan program yang telah dilakukan pada tahun 2019 yakni literasi digital dan internet bijak dan sehat, tahun ini Dinas Kominfo Kabupaten Belu tetap menyelenggarakan berbagai kegiatan yakni melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan masayarakat.

Kadis juga juga berpesan kepada seluruh masyarakat untuk bijak menggunakan internet, karena melalui internet dapat membantu meningkatkan kualitas kehidupan bukan menjerumuskan ke dalam permasalahan dan tekonologi tersebut untuk mendekatkan yang jauh bukan menjauhkan yang dekat.

Foto/Berita: Anna Ukat & Sipri Luma

Facebook