Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Rabu (23/10), Sekolah Ramah Anak (SRA) Kabupaten Belu Tahun 2019 Resmi di Canangkan Oleh Bupati Belu – Willybrodus Lay, SH yang ditandai dengan Penekanan Tombol Sirene. Kegiatan ini berlangsung di Pelataran Kampus St. Angela Ursulin Atambua.

Pencanangan dan deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) yang mengangkat tema ” Bersama Kita Wujudkan Sekolah Ramah Anak Menuju Belu Sejahtera”, digelar atas kerjasama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Belu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, LSM Pemerhati anak (save the chidren, LPPA mitra Childfund), Bank NTT Cabang Atambua dan Bank BRI Cabang Atambua.

Adapun tujuannya yakni untuk memberikan perlindungan pada diri peserta didik sebagai anak disekolah dengan mengutamakan hak-hak anak yang meliputi hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan, serta hak untuk mendapatkan pendidikan dan peserta didik sebagai anak yang harus terlindungi menjadi manusia yang membutuhkan pendidikan secara manusiawi.

Dalam sambutannya Bupati Belu -Willybrodus Lay, SH mengatakan dengan pencanangan sekolah ramah anak ini lingkungan juga harus ramah sehingga guru-guru bisa ramah terhadap anak, dan kepada kepala sekolah dan guru-guru yang hadir untuk setiap sekolah harus ditanami pohon sehingga anak-anak kita bisa beristirahat sambil belajar dan bermain dibawah naungan pohon serta memberikan kesejukan bagi anak-anak kita saat di luar kelas.

Lanjut Bupati dengan semangat serviam kita bisa melayani dengan hati. Oleh karena itu dengan sekolah ramah anak ini bisa mendorong setiap sekolah dan guru untuk bisa mengambil contoh yang baik dari serviam karena dengan keunikan – keunikan pribadi, kita jangan membentuk anak – anak kita sesuai dengan keinginan kita. Biarlah mereka berkembang dan tumbuh dengan keunikan sendiri karena ini bentuk dari Allah.

” Kepada para kepala sekolah, guru-guru yang hadir dalam pencanangan ini mari kita bersama-sama membuat Kabupaten Belu ini sebagai Kabupaten ramah anak dan ramah lingkungan,” kata Bupati.

Sementara itu Pejabat dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak RI – Dr. Ir. Iwan Setyawan, ST., MT mengatakan dengan sekolah ramah anak ini sebagai upaya agar anak-anak disekolah dapat terhindar dari berbagai kekerasan dan intimidasi komitmen. Dan deklarasi ini merupakan tindak lanjut oleh seluruh pemangku pemerintahannya sehingga program berbasis sekolah yang telah masuk bisa berjalan dengan baik.

” Sekolah ramah anak merupakan penilaian kota dan kabupaten layak anak nilainya pun sangat luar biasa, sehingga terwujudnya sekolah ramah anak di Kabupaten Belu dan menjadi Kabupaten Belu Layak Anak,” Ungkap iwan setyawan.

Dalam pencanangan dan deklarasi SRA ini juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama sekolah ramah anak di Kabupaten Belu oleh Bupati Belu, Ketua DPRD Kabupaten Belu, Pejabat dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Belu, dan 4 Kepala Sekolah dari Perwakilan TK, SD, SMP dan SMA Raimanuk, serta penyerahan SK Bupati tentang penetapan sekolah ramah anak di Kabupaten Belu tahun 2019 oleh Bupati Belu kepada suster Kepala Sekolah SD St. Angela Ursulin Atambua.
Berita/Foto: Mercy Aton & Jhon Dasilva

Facebook