Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Kamis (23/1), Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Nusa Tenggara Timur bekerjasama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Belu menggelar Rapat Kerja Koordinasi Persiapan Pilkada Serentak Tahun 2020 Tingkat Kabupaten Belu berlangsung di Gedung Wanita Betelalenok Atambua, Rabu (22/1).

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan dalam ruangan

Rapat Kerja Koordinasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati Belu dan Wakil Bupati Belu serentak Tahun 2020 tingkat Kabupaten Belu ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan dan dihadiri Kapolres Belu – AKBP Cliffry Steiny Lapian, S.I.K, Dandim 1605 Belu – Letkol Inf. Ari Dwi Nugroho, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Nusa Tenggara Timur – Johanna Lisapaly, SH.M., Si, Ketua KPU Belu – Michael Nahak, S.Sos, Ketua Bawaslu Belu – Andreas Parera, S.Fil, Unsur Forkompimda Plus Kabupaten Belu, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Belu, Pimpinan Vertikal Kabupaten Belu, Para Camat se-Kabupaten Belu, Tokoh Agama serta Tokoh Masyarakat.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri

Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan mengatakn kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah persiapan menjelang pilkada, karena itu semua komponen yang akan melaksanakan Pemilkda baik KPUD, Bawaslu, TNI-POLRI dengan Pemerintah di tingkat Kabupaten serta ke Tingkat Kecamatan dan desa harus berupaya bersama dengan masyarakat untuk mensukseskan pilkada serentak tahun 2020.
Menurut Wabup, Tingkat Partisipasi masyarakat pada pemilukada yang lalu sangat rendah sehingga harus ditingkatkan melaui pendekatan, pertemuan maupun melalui kampanye yang dilakukan oleh Paket calon dan Partai Politik, sehingga Pemilukada tahun 2020 menjadi sukses dan dapat dibanggakan.

Gambar mungkin berisi: 7 orang, orang duduk

“Tahun-tahun yang lalu tingkat Partisipasi masyarakat hanya 60% lebih, untuk itu tahun ini harus bisa ditingkatkan agar bisa mencapai 70 hingga 80%,” Ungkapnya.

Sementara itu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Nusa Tenggara Timur – Johanna Lisapaly, SH., M.Si mengungkapkan rakor pilkada ini tujuannya untuk mendapatkan gambaran seluas-luasnya berdasarkan evaluasi sebelumnya dan upaya-upaya yang telah sedang dan akan dilakukan.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, luar ruangan

“ Tidak hanya KPU dan Bawaslu yang dituntut untuk melaksanakan Pemilukada secara baik, tapi Pemerintah Daerah harus mendukung agar pilkada serentak tahun 2020 ini dapat terselenggara dengan baik dan sukses,’’ kata Johana.

Kaban juga berharap rakor ini dapat dilanjutkan dengan rakor-rakor lebih teknis lagi untuk bisa melaksanakan pilkada serentak tingkat Kabupaten Belu lebih baik lagi dengan mengacu pada pilkada, pilpres, dan pileg sebelumnya.

Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang duduk

“Saya mengharapkan agar Pemerintah Kabupaten/Kota terutama Kabupaten Belu yang melaksanakan pilkada serentak tahun 2020 bisa melaksanakan Pemilukada dengan baik dan sukses,’’ kata Johana dengan penuh harap.

Khusus di NTT terdapat 9 Kabupaten yang melakukan pilkada serentak yakni Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Ngada, untuk Daratan Timor Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka dan Kabupaten TTU, sedangkan untuk Daratan Sumba ada 2 Kabupaten yaitu Sumba Barat dan Sumba Timur serta Sabu Raijua.

Berita/Foto: Mercy Aton, Norcy Man & Bene Luan

Facebook