Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Senin (16/12) Kenai’an Desa Makir dan Pemerintah Desa Makir mengadakan Prosesi Pemulihan Lembaga Adat Desa Makir, Kecamatan Lamaknen – Kabupaten Belu.

Proses pemulihan pemangku lembaga adat Desa Makir ini bertujuan untuk menghidupkan kembali tatanan struktur adat di wilayah Kenai’an Makir yang selama ini tidak berjalan secara maksimal dan proporsional.

Kepala Desa Makir – Bonifasius Hale Mau, A.Md mengatakan proses pemulihan Lembaga Adat ini pihak Pemerintah Desa Makir mendukung penuh, oleh karena ini merupakan salah satu program desa yang harus di jalankan selalu bersinergi dan selaras dibidang lingkungan hidup dan melestarikan budaya lokal dalam membangun desa secara komprehensif.

“Kami Pemerintah Desa sangat mendukung pemulihan Pemangku adat yang ada di Desa Makir ini, oleh karena selama ini Struktur adatnya ada namun tidak berfungsi secara maksimal dan proporsional. Hal ini terjadi karena kurangnya koordinasi antara Na’i bersama jajarannya maupun kendala-kendala lainnya. Maka sebagai Pemerintah Desa Makir kami berinisiatif dan memprioritaskan salah satu agenda penting untuk menghidupkan struktur dan tatanan adat yang selama ini tidak berjalan supaya masing-masing pemangku adat dari Na’i, Fetor dan jajarannya dapat melaksanakan tugasnya sesuai dengan struktur adat yang ada di Desa Makir, ” ungkap Kepala Desa Makir.

Sementara itu, Na’i Makir – Vinsensius Bere Mor mengungkapkan kegiatan pemulihan struktur lembaga adat yang dilakukan ini merupakan kerjasama Pemerintah Desa dan lembaga adat ke Na’ian Makir untuk bekerja sama dalam menjaga lingkungan, alam sekitar kita.

” Kegiatan hari ini terlaksana atas kerjasama Pemerintah Desa dan Lembaga Adat yang ada di Desa Makir sebagai upaya untuk menjaga, memelihara dan melestarikan lingkungan alam sekitar yang selama ini tidak terawat secara baik. Hal ini disebabkan tidak berfungsinya lembaga maupun kesadaran warga masyarakat, sebagai contoh masing-masing orang atau warga mengikuti keinginannya dalam mengolah lahan untuk menanam, hewan piaraan dibiarkan berkeliaran di lahan garapan. Maka dari itu saya sebagai Na’i di wilayah Kenai’an Makir bersama Pemangku adat lainnya mengadakan pemulihan kembali struktur adat yang ada di wilayah Desa Makir agar masing-masing Pemangku adat dapat menjalankan tugas – tugasnya sesuai dengan struktur adat yang ada dan bertanggung jawab kepada Na’i,” ungkap Na’i Makir.

Pada kesempatan ini juga dilakukan Serah terima tatanan struktur adat dari Nai Makir kepada Pemerintah Desa untuk diketahui dan selanjutnya dapat dilaksanakan bersama dalam membangun Desa Makir.

Secara adat istiadat untuk mengesahkan pemulihan struktur adat ini dengan penyembelihan hewan kurban berupa satu ekor sapi dan satu ekor babi dalam rangka memulihkan dan menyatuhkan kembali struktur adat agar berfungsi secara baik dan berjalan sebagaimana mestinya sesuai yang diharapkan bersama.

Berita/Foto: Hengki Mao & Bene Luan

Facebook