Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Selasa (10/12), Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan membuka Workshop Desiminasi Hasil Penelitian Pasar Program Pembangunan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan di Kabupaten Belu, kegiatan ini dimotori oleh Lembaga Sosial Masyarakat CIS Timor, bertempat di Aula Hotel Matahari Atambua, Kabupaten Belu.

Turut mendampingi Wakil Bupati Belu, Project Manager Program Pembangunan Ekonomi Inklusif Provinsi NTT – Yohanes Bella dan Konsultan Peneliti Spire Indonesia – Silvia Andriani.

Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan menyampaikan apresiasi kepada LSM Humanity Inclusion, CIS Timor dan Spire Indonesia yang telah bekerjasama memberikan perhatian dan kepedulian terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat khusus kelompok – kelompok rentan kehidupan sosial dan ekonomi yang rendah di Kabupaten Belu.

“ Oleh Karena itu, kita perlu mengapresiasi dan saya kira hasil penelitian ini harus menjadi satu masukan kepada Pemerintah Daerah supaya didalam perencanaan dan penanganan masalah – masalah seperti itu termasuk Penyandang Disabiltas harus terencana mulai dari musrebang tingkat bawah sampai tingkat atas sehingga hasil riset itu tidak mubasir,” tegas Wabup Ose Luan kepada Media Kominfo Kabupaten Belu usai membuka Workshop tersebut.

Sementara itu, Project Manager Program Pembangunan Ekonomi Inklusif Provinsi NTT – Yohanes Bella menjelaskan kegiatan Desiminasi Hasil Penelitian Pasar merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Project Pembangunan Ekonomi Inklusif yang didanai oleh Uni Eropa bermitra dengan CIS Timor untuk melakukan kajian dan penelitian tentang peluang – peluang pasar dan rantai nilai ekonomi yang ada di Kabupaten Belu dan nantinya hasil penelitian ini akan mendorong kelompok – kelompok rentan untuk melakukan usaha mata pencaharian baik itu lewat bekerja ataupun berusaha sehingga usahanya selaras dengan permintaan pasar dan memenuhi kebutuhan – kebutuhan pasar.

“ Sasaran Program kita adalah kepada kelompok – kelompok rentan antara lain penyandang Disabilitas, Kepala Rumah Tangga Perempuan, Pengangguran putus sekolah dan keluarga prasejahtera, dan program ini tidak memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai tetapi bersumber daya penguatan yang melatih masyarakat untuk mandiri dan berusaha untuk mengubah hidup mereka,” tandasnya usai workshop.

Lebih lanjut, Yohanes mengatakan setelah kegiatan ini pihaknya akan melakukan pelatihan intensif di desa – desa terpilih untuk mencari orang – orang yang memiliki motivasi untuk berusaha, dan membangun kerjsama dengan pemerintah setempat sehingga project inklusif dan berkelanjutan ini berdampak pada kemajuan perekonomian masyarakat.

“ Ada tiga Desa yang kami pilih sebagai sample program pembangunan ekonomi inklusif yakni Desa Kenebibi, Desa Dualaus dan Desa Silawan yang ada di Kabupaten Perbatasan,” katanya.

Adapun Peserta yang terlibat dalam workshop Desiminasi Hasil Penelitian Pasar Program Pembangunan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan Kabupaten Belu ini yakni Perwakilan dari OPD Lingkup Pemkab Belu, BUMN – BUMD, Perwakilan tiga Desa Pendampingan, dan Organisasi Masyarakat dan LSM lainnya.
Berita / Foto: Norci Man & Jhon Dasilva

Facebook