Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Jumat (6/12) Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Timur – Ny. Julie Sutrisno Laiskodat bersama tim mengadakan Kunjungan Kerja di Kampung KB Fatukbot, Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan. Kunjungan kerja Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama tim ini dalam rangka meningkatkan kecakapan pelayanan KKBPK yang merata, upaya menciptakan kesehatan lingkungan yang bersih, sehat dan berkualitas dalam program Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dan kesehatan sebagaimana tertuang dalam upaya pencapaian RPJMN – RPJP.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Timur – Ny. Julie Sutrisno Laiskodat mengungkapkan untuk menuju Nusa Tenggara Timur yang bangkit dan sejahtera perlu adanya kerjasama yang baik dari berbagai pihak yakni dari Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kecamatan, Kelurahan dan Desa terutama para kader PKK dan kader Posyandu yang merupakan tim pelaksana di lapangan. Kita tahu sejak kemarin kita sudah bertatap muka dengan para Camat Lurah dan Kepala Desa yang mana mereka adalah pemangku kebijakan dan kami sudah arahkan bagaimana kita bekerja sama untuk membangun Nusa Tenggara Timur bangkit dan sejahtera dan pertemuan kita hari ini adalah sebagai kaki tangan. Dalam program sebagus apapun tetapi kalau tidak punya kaki tangan untuk melanjutkan kepada masyarakat sama dengan kosong. Hari ini sangat luar biasa oleh karena dihadiri dari pihak BKKBN Provinsi, BKKBN Kabupaten dan para kader PKK, kader Posyandu, kita sudah sepakat bersama melalui program-program yang ada kita bersinergi bersama untuk membangun NTT menuju bangkit dan sejahtera.

Dirinya juga menambahkan pada tahun 2020 Tim Penggerak PKK Provinsi siap untuk memfasilitasi dan tenaganya dari masyarakat untuk mengeksekusi program – program yang telah disepakati bersama.

Terkait Stunting ketua tim penggerak PKK Provinsi mengatakan upaya untuk mengatasi stunting saya menghimbau kepada masyarakat untuk di tiap keluarga minimal menanam 5 pohon anakan kelor oleh karena daun kelor asupan gizinya lebih tinggi dari pada susu. Saya menghimbau kepada para Camat, Lurah dan Kepala Desa agar mewajibkan masyarakatnya untuk menanam pohon kelor di tiap-tiap rumah sesuai dengan Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Timur.

“Untuk mencegah stunting kita mulai dari dalam rumah dengan memberikan asupan gizi yang baik bagi anak-anak terutama bagi ibu-ibu yang sedang hamil dan menyusui,” tegasnya.

Dalam sambutannya Camat Atambua Selatan – Siktus Parera, SH mengucapkan terima kasih kepada ibu Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT yang sudah menyisihkan waktu berkenan datang di di Kabupaten Belu terutama di Kecamatan Atambua Selatan

” Pada kesempatan ini mewakili masyarakat dan Pemerintah Kecamatan Atambua Selatan kami mengucapkan terimakasih kepada Ketua Tim Pengerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berkesempatan hadir dan mengunjungi kami. Untuk itu saya sampaikan bahwa khusus di Kecamatan Atambua Selatan gizi buruk pada laporan bulan lalu sebanyak 33 anak sedangkan Stunting ada 45 orang anak terdapat di wilayah Kecamatan Atambua Selatan. Upaya yang sedang dilaksanakan yakni memberi pendampingan bagi mereka oleh para kader Posyandu di bawa pengawasan dokter yang bertugas di Puskesmas Atambua Selatan,” ungkap Camat Atambua Selatan.

Dalam kegiatan ini di hadiri Camat Atambua Selatan, Lurah Fatukbot, Tim Penggerak PKK Kabupaten Belu, Para Kader Posyandu se-Kecamatan Atambua Selatan.
Berita/Foto: Hengki Mao & Okto Mali

Facebook