PASAR LOLOWA DAN PASAR TURISKAIN RESMI BEROPERASI

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Sabtu(23/11), Wakil Bupati – Drs. J. T. Ose Luan meresmikan Pasar Rakyat Lolowa Kecamatan Atambua Selatan dan Pasar Rakyat Turiskain Kecamatan Raihat, berlangsung di Pasar Rakyat Lolowa Atambua, Kabupaten Belu.

Peresmian Pasar Rakyat Lolowa dan Pasar Rakyat Turiskain yang tandai dengan Pengguntingan Pita oleh Wakil Bupati Belu ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi instansi pembina, pengelola dan pedagang untuk saling bersinergi mewujudkan eksistensi pasar yang aman, bersih, nyaman dan berkeadilan. Selain itu juga bersinergi dalam memberikan kontribusi terhadap peningkatan perekonomian.

Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan mengatakan patut kita bersyukur kepada Tuhan secara pelan-pelan kita berjalan maju terus untuk membuat sesuatu yang indah ini, sehingga pada hari ini pasar rakyat lolowa bisa diresmikan karena pasar rakyat terdiri dari orang – orang yang mempunyai hati lapang untuk bertemu dengan orang lain kemudian bisa bertransaksi dan berkomunikasi dengan penjual dan pembeli dengan baik, bukan untuk tempat bertengkar tetapi tempat untuk banyak orang berkumpul demi satu tujuan yakni mencari nafkah dengan berbagai kehidupan.

‘’ Peresmian pasar ini sangat penting bagi masyarakat untuk memberikan tempat dan akses yang baik, karena tentunya masyarakat sangat membutuhkan pasar rakyat tersebut, karena pasar merupakan tempat terjadinya transaksi jual beli barang antara pembeli dan pedagang,” ujar Wabup Belu.

Wabup juga berpesan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Belu khusunya Kota Atambua untuk tetap menjaga dan merawat pasar secara baik demi kebaikan kita semua dan untuk keamanan tetap berperan dan bertransaksi serta berkomunikasi yang baik dengan penggunan pasar ini karena pasar ini adalah milik kita bersama.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu – Fransiskus Xaverius Asten, S.Sos mengungkapkan di Kabupaten Belu terdapat 18 pasar dan 2 pasar yang tidak beroperasi hingga sekarang ini yakni pasar Fatubenao dan Pasar Kabuna, karena terminal yang ada di Fatubenao tidak dimanfaatkan dengan semestinya.

“Kalau terminal itu dimanfaatkan dengan baik, otomatis para penjual akan ramai ke sana, sementara pasar kabuna lebih dekat dengan kota sehingga masyarakat lebih cenderung berjualan kekota, Kami tetap berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Belu. Kita juga akan terus berupaya untuk mengarahkan mereka untuk tetap berjualan di dalam pasar sehingga mereka tidak lagi berjualan di luar, dan kedepannya kita akan upayakan untuk segera melakukan pemasangan instalasi listrik sehingga pedagang bisa berjualan di malam hari,’’ ungkap Kadis Perindag.

Sebagai informasi pasar lolowa ini sudah mulai beroperasi sejak tanggal diresmikan yakni 23 November 2019. Turut hadir dalam peresmian ini perwakilan dari Bulog Sub Divre cabang Atambua, TNI/POLRI, para pedagang serta masyarakat Kabupaten Belu.

Berita/Foto: Mercy Aton & Cransen Fontes

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *