CEGAH NARKOBA, BNNK BELU GELAR TALKSHOW BERSAMA ASN DAN TNI-POLRI

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Rabu (20/11), Badan Narkotika Nasional Kabupaten Belu menggelar Talk Show tentang Peran Kelompok Masyarakat dalam Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba(P4GN) di wilayah Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Negara Demokratik Timor Leste, bagi Instansi Pemerintah dan Bhabinkamtibmas serta Babinsa yang ada di wilayah Kabupaten Belu. Kegiatan ini berlangsung di Aula Hotel Paradiso Atambua.

Talk Show P4GN ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan memberikan pengertian kepada kelompok masyarakat tentang Pemberantasan Penyalahgunaan Bahaya Narkoba dalam kehidupan sehari-hari khususnya di wilayah Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL. Peserta dalam Talk Show P4GN sebanyak 40 orang dari Instansi Pemerintah Daerah dan Stakeholder.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Belu – Apolinario Da Silva, SH mengatakan upaya untuk mencegah peredaran gelap narkoba di Kabupaten Belu, BNNK Belu telah melaksanakan kegiatan-kegiatan dan terobosan yang melibatkan semua komponen aparat TNI-POLRI dan ASN Lingkup Pemkab Belu, tokoh masyarakat serta ke tingkat desa dan kelurahan. Kami semua mempunyai komitmen bersama untuk mencegah peredaran narkoba di Kabupaten Belu agar tidak terjadi daerah destinasi transit apalagi destinasi pengedar narkoba di kabupaten perbatasan yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste.

” Kami juga akan kompak dan solit dengan TNI-POLRI dan ASN lingkup Pemkab Belu, hingga ke tingkat perbatasan kami tidak akan memberi peluang kepada para pengedar termasuk para pemakai untuk mengkonsumsi barang haram tersebut karena akan merusak para generasi yang ada di Kabupaten Belu pada masa-masa yang akan datang,” katanya.

Lebih lanjut Kepala BNN Kabupaten Belu juga menyebutkan sinergitas dan kerjasama semua komponen terpadu yang ada di daerah agar saling mendukung dan saling memberikan informasi serta mencari terobosan untuk mengamankan daerahnya masing-masing dari bahaya narkoba itu sendiri.

” Sesuai dengan amanah dari Presiden RI bahwa Indonesia STOP NARKOBA dan semua stakholder maupun Pemda Kabupaten akan lebih berencana dan menyusun program untuk memberantas narkoba dari jaringan nasional maupun internasional,” tandasnya.

 

Apolinario Da Silva, SH juga menyebutkan untuk sementara 1 kasus yang menonjol yaitu kasus pada Mei 2019 kemarin BNNK telah menangkap dua orang warga Negara Timor Leste, sementara dalam proses sidang untuk menentukan hak mereka selaku yang menguasai dan membawa narkoba dari negara Timles melintas ke negara Indonesia. Hal ini merupakan kasus penyelundupan di PLBN Motaain yang sangat menonjol karena telah membawa barang bukti narkotika jenis ekstasi sebanyak 4.874 butir berhasil di cegah oleh beacukai dan aparat perbatasan terkait, sedangkan meeting penyelidikan TNI-POLRI dari BNNK sosialisasi berjalan apabila keluarga yang kencanduan narkoba bisa menginformasi kepada kades, lurah, camat, untuk di rehabilitasi dan untuk melakukan penangkapan akan kita proses sesuai hukum narkotika yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kaban juga berpesan kepada masyarakat Kabupaten Belu khususnya generasi muda untuk STOP NARKOBA dan bersih dari Narkoba sehingga Kabupaten Belu bersih dari Narkoba karena Kabupaten Belu menjadi salah satu contoh untuk seluruh provinsi yang ada di Republik Indonesia dengan posisi urutan yang ke-59.

” Saya berharap kedepan bisa mempererat kerjasama dari semua pihak sehingga angka urutan ke-59 bisa menurun ke angka 10, dan Proficiat untuk masyarakat Kabupaten Belu karena dari hasil penelitian BNN RI kita bisa berada pada posisi urutan ke-59 yang dikatakan cukup tanggap terhadap bahaya narkoba untuk mencegah tidak menggunakan Narkoba”, ujarnya.

Narasumber dalam Talk Show P4GN yakni Kepala BNN Kabupaten Belu – Apolinario Da Silva,SH dan Drs. Dominikus Mali dengan materinya tentang Peran masyarakat dalam P4GN di Wilayah Kabupaten Belu.
Berita/Foto : Mercy Aton & Jhon Dasilva

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *