SOSIALISASI PENDIDIKAN KELUAGA PADA 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU–Rabu (13/11), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu mengadakan Sosialisasi Pendidikan Keluarga Pada 1000 Hari Pertama Kehidupan Dalam Rangka Penurunan Stunting, berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang duduk

Sosialisai Pendidikan Keluarga pada 1000 hari pertama Kehidupan di buka oleh Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat desa tentang pentingnya pengasuhan pada 1000 Hari pertama Kehidupan dalam rangka mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah terjadinya Stunting, peserta memahami tentang kebijakan Program dan strategi Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga dalam upaya penurunan Angka Stunting, memahami tentang implementasi penurunan stunting di Desa, dan memahami tentang pentingnya kelas orangtua beserta teknis pelaksanaanya di Lembaga PAUD sebagai salah satu program intervensi penurunan Stunting.

Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang duduk dan dalam ruangan

Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan mengatakan sosialisasi ini untuk menyadarkan semua orang yang menangani paud mulai dari tingkat Kecamatan dan Desa untuk bagaimana Fokus memberikan perhatian kepada anak mulai dari 1000 hari pertama untuk meberikan Vitamin dan protein.

” Sebaiknya pada saat kursus perkawinan sudah harus dimulai dengan penyampaian 1000 hari pertama Kehidupan,” kata Wabup.

Wabup Belu juga menghimbau kepada keluarga untuk menjadikan sekolah atau pendidikan pertama kepada anak untuk membangun manusia yang berkarakter, bermoral, cerdas dan mempunyai intelektual. Nilai Moral, etika dan berbudi pekerti dibangun dari keluarga selanjutnya melalui Paud sampai ke jenjang pendidikan teratas.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang tersenyum, orang berdiri dan teks

Fungsional Pamong Belajar UPT BP PAUD Dandikmas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI – Drs. Abdul Hamid, M.Pd mengatakan Sosialisasi ini dilakukan dimana masyarakat belum mengetahui apa itu Stunting, terutama di Indonesia sudah diberi peringatan bahwa Indonesia merupakan peringkat ke empat didunia masalah Stunting dan Provinsi NTT merupakan urutan pertama.

” Oleh karena itu untuk menurunkan angka Stunting di NTT, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI memberikan dukungan berupa sosialisasi tentang Upaya penurunan Stunting,” kata Abdul Hamid.Gambar mungkin berisi: 11 orang, orang duduk

Dirinya berpesan kepada Masyarakat terutama orang tua yang masih memiliki Balita di bawah umur 6 tahun untuk mendeteksi dini tumbuh kembang anak apakah sudah masuk dalam ketegori bukan stunting, Jika anak tergolong kategori Stunting maka selalu berdiskusi dengan posyandu Atau Tim kesehatan lainnya sehingga dapat mencegah stunting.

Sosialisasi diikuti oleh Tim penggerak PKK Kabupaten, Bunda Paud Kecamatan, Bunda Paud Desa, Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Desa, dan pengelola Paud.Gambar mungkin berisi: 15 orang, orang tersenyum, orang berdiri dan dalam ruangan

Pemateri dalam sosialisai Pendidikan Keluarga pada 1000 hari pertama Kehidupan yakni Fungsional Pamong Belajar UPT BP PAUD Dandikmas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI – Drs. Abdul Hamid, M.Pd dengan materi Direktorat Pembinaan pendidikan Keluarga dalam upaya penurunan Stunting, Bunda Paud Kabupaten Belu – Lidwina Viviawati Ng Lay dengan materi Program dan strategi Tim penggerak PKK dalam rangka penurunan angka stunting di Kabupaten Belu.

Foto/Berita: Anna Ukat & Okto Mali

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *