40 PEMANDU WISATA IKUTI PELATIHAN DUKUNG KEMAJUAN PARIWISATA BELU

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Rabu (13/11), Seiring berkembangnya dunia Pariwisata di Kabupaten Belu sebagai salah satu Kabupaten strategis yang berbatasan langsung dengan Negara Demokratik Timor Leste, Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Pariwisata terus melakukan berbagai upaya dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata di wilayah Kabupaten Belu. Salah satunya menggelar Pelatihan Pemandu Wisata Budaya di sektor Kuliner dan Belanja bagi 40 orang Pemandu Wisata. Pelatihan ini akan berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 13 – 15 November 2019 bertempat di Hotel Nusantara Dua – Atambua, Kabupaten Belu – NTT.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk dan dalam ruangan

Pelatihan Pemandu Wisata Budaya (Kuliner dan Belanja) dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belu – Johanes Andes Prihatin, SE, M.Si didampingi General Manager Kings Resto Kupang – Aloisius Bria Nahak sebagai salah satu Praktisi Pariwisata.

Tujuan pelatihan ini untuk membekali pengetahuan dan keterampilan pemandu wisata dalam mengembangkan sektor pariwisata di bidang Kuliner dan Belanja yang menjadi ciri khas di Kabupaten Belu. Industri Pariwisata dalam hal ini wisata kuliner saat ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke daerah – daerah tujuan wisata.Gambar mungkin berisi: 1 orang

‘’Oleh karena itu, pelatihan yang dilaksanakan selama tiga hari ini peserta akan dibekali pengetahuan oleh para praktisi pariwisata dari Atambua, Kupang dan Jakarta, diharapkan akan menghasilkan ketrampilan – ketrampilan di bidang kuliner yang baik dimana kuliner juga turut mendukung pengembangan pariwisata di Kabupaten Belu,’’ jelas Plt. Kadis.

Lebih lanjut Plt. Kadis Pariwisata menekankan kepada pengusaha kuliner agar menciptakan kuliner yang mengangkat kearifan lokal yang dikemas menjadi sesuatu yang layak untuk dijual sehingga kuliner lokal nantinya bisa di kenal secara luas.Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang tersenyum, makanan dan dalam ruangan

‘’ Harapan saya selama pelatihan ini peserta bisa memanfaatkan momen ini dengan sebaik – baiknya untuk memperoleh ilmu dan pengalaman – pengalaman dari para narasumber demi kemajuan pariwisata di Kabupaten Belu,’’ ujarnya.

Selain penyampaian materi tentang potensi wisata kuliner dalam pengembangan pariwisata dari Plt. Kadis Pariwisata Kabupaten Belu, selanjutnya pembekalan materi yang disampaikan oleh Aloisius Bria Nahak – General Manager Kings Resto Kupang dengan materi Hospitality dan Marketing. Hospitality ini berhubungan dengan pelayanan dan secara umum dalam pelayanan yang harus ditonjolkan adalah keramahan dalam sebuah pelayanan baik di Hotel maupun Restaurant. Dan materi selanjutnya marketing. Marketing ini membuat informasi – informasi yang berhubungan dengan serangkaian proses memperkenalkan dan memasarkan produk serta strategi yang digunakan untuk menarik simpati dan kepuasan pengunjung.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk

‘’ Jadi, kunci memajukan suatu pariwisata adalah keramah – tamahan dan marketing. ini sangat penting dan merupakan power dalam membangun Pariwisata di setiap daerah,’’ tandasnya.

Tidak hanya penyampaiaan materi dari para narasumber, nantinya di hari kedua kegiatan akan dirangkaikan dengan praktek pengolahan ikan dan praktek pengolahan makanan dan minuman lokal khas orang Belu, sebagai wujud kepedulian dan kecintaan akan produk lokal di Kabupaten Belu.

Berita/Foto: Norci Man & Sipri Luma

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *