Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Wakil Bupati Belu Drs. J. T. Ose Luan bertindak sebagai pembina upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda ke – 91 yang bertemakan “Bersama Kita Maju “ , Upacara Bendera yang berlangsung hikmat dihadiri Unsur Forkompinda Plus Kabupaten Belu, Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemerintah Kabupaten Belu, Para Pelaja, dan utusan Pemuda berlangsung di Halaman Kantor Bupati Belu.

Wakil Bupati Belu dalam arahanya mengatakan Pemuda itu salah satu tahapan hidup yang menjadi penting untuk kelangsungan dan keberlanjutan bagi bangsa, maka tidak boleh ada main-main dalam berpikir, berbuat, bertindak untuk bagaimana pemuda itu jadi aset bangsa. Pergerakan dulu yang kita pelajari selalu berawal dari keterlibatan, dan perjuangan yang tidak henti, tidak kenal batas dari kelompok-kelompok pemuda. Andaikan pemuda tidak bersumpah dan melaksanakan kongres pemuda pada tanggal 27- 28 Oktober 1928 yang menghasilkan sumpah pemuda, maka deklarasi ataupun Proklamasi 17 Agustus belum tentu diproklamirkan. Semangat sumpah dan spirit hidup untuk mengusir penjajah bertumbuh dari pikiran dan berada dalam hati pemuda bahwa kita harus merdeka maka kita harus bersumpah dan sumpah itu mmenghasilkan proklamasi kemerdekaan indonesia 17 Agustus 1945.

Kita mempunyai kekuatan empat pilar yang selalu kita perjuangkan yakni pancasila, Undang-undang dasar 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika yang berawal dari pikiran pikiran cerdas pada jaman itu dari kelompok-kelompok Pemuda yang tersebar diseluruh Republik yang diperjuangkan oleh para pahlawan dengan berbagai cara dan keterbatasan yang dimiliki oleh pemuda pada saat itu. Proklamasi singkat yang diproklamirkan oleh Soekarno Hatta mengsilkan sebuah kemerdekaan bangsa yang besar, bangsa yang kaya raya, bangsa yang berbebeda-beda, tetapi perbedaan itu menjadi kekuatan yang dipersatukan oleh pemuda lewat sumpah satu tanah air, satu bangsa satu bahasa dengan tidak mengabaikan perbedaan suku, bahasa dan etnis.

Dalam upacara peringatan hari Sumpah Pemuda juga dilakukan pembacaan Teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia tahun 1928, dan penyerahan penghargaan Lomba Lari 10 kilo meter Belu bangkit IV menyongsong hari Ulang tahun Sumpah Pemuda dan Road to Fulan Fehan.

Foto/Berita: Anna Ukat, Jun Naibuti, Cransen Fontes & Okto Mali

Facebook