Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Junat (25/10), Sebanyak 7 pasangan pedansa dari kalangan dewasa dan remaja mengikuti Kompetisi Dansa Medley dihalaman Kantor Plaza Pelayanan Publik Timor – Atambua.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang menari, orang di panggung, orang berdiri, sepatu dan dalam ruangan

Dimulai pukul 07.00 Wita, kegiatan Fiesta Timoresia ini diisi dengan berbagai acara. Salah satunya adalah kompetisi dansa yang dibuka oleh Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan.

Wabup Belu – Drs. J. T. Ose Luan dalam sambutannya mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Belu menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi – tingginya kepada semua peserta yang akan tampil dalam acara Fiesta Timoresia serta semua kalangan yang telah mendukung dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Tak lupa penghargaan dan terima kasih juga diberikan kepada tim juri, pengisi acara serta para panitia dan pendukung kegiatan yang telah bekerja keras untuk suksesnya kegiatan ini. Ajang ini menjadi salah satu event yang setiap tahun akan dilaksanakan.Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri dan teks

” Terima kasih kepada semua pasangan yang akan tampil pada malam hari ini. Juga buat juri, panitia dan kepada semua petugas yang sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk tanggal 25 Oktober. Bila ada masukan dan saran bisa disampaikan kepada pemerintah,” ungkapnya.

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan lomba dansa. Teriakan ratusan penonton bergemuruh saat tujuh pasangan pedansa mulai menampilkan skilnya masing-masing.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang tersenyum, orang menari, orang berdiri, sepatu dan lapangan basket

Alunan musik berirama waltz menjadi pembuka lomba dansa. Setelah selesai lagu pertama, berlanjut lagu kedua berirama cepat yakni caca. Peserta pun langsung bergerak lincah, berputar dan berayun dengan gesit, sehingga sorak – sorai penonton disertai tepuk tangan pun tak terbendung lagi.

Suguhan yang menarik itu, tentunya membuat para penonton bergeming dan terus menyaksikan acara yang baru pertama digelar di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste itu.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang tersenyum, orang berdiri

Dari 7 pasangan yang tampil, akhirnya dewan juri memutuskan, nomor urut 4 atas nama Marthen Karelau dan pasangannya Mishel Dewianti Adoe keluar sebagai juara I dengan total nilai 371. Juara 2, nomor urut 1 atas nama Oktivianus Nahak dan pasangannya Anita M. Corua dengan total nilai 348. Juara 3 nomor urut 7 atas nama Jeki M. Dacosta dan pasangannya Indah Beten.

Pemenang lomba, Marthen Karelau dan pasangannya Mishel Dewianti Adoe mengakui, mereka merasa bangga atas prestasi yang diraih, meski event ini pertama kali bagi mereka. Karena itu, mereka menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Belu yang sudah menyelenggarakan event ini. Mereka berpesan, pada tahun – tahun mendatang event ini terus dilakukan tidak saja dari kawula muda, tetapi juga melibatkan para lansia.

Gambar mungkin berisi: 14 orang, orang tersenyum, orang berdiri

” Senang, bangga karena bisa meraih juara 1, meski tanpa persiapan. Rasa percaya dirilah yang membuat kami bisa tampil di Belu,” ungkap pasangan peraih juara 1 lomba dansa tahun 2005 , 2006 dan 2014 Piala Gubernur NTT.

Juara 1 memperoleh hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 2.000.000, yang diserahkan oleh Bupati Belu – Willybrodus Lay, SH, juara 2 Rp 1.500.000, diserahkan oleh Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu, juara 3 Rp 1.000.000 yang diserahkan oleh Kasat Pol PP Kabupaten Belu.

Foto/Berita: Frans Leki/Cransen Fontes

Facebook