Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Jumat (18/10), Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan memimpin rapat persiapan dalam rangka Kunjungan Kerja Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia ke Wilayah Kabupaten Belu, berlangsung diruang kerja Wakil Bupati Belu.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang duduk, tabel dan dalam ruangan

Rapat persiapan dalam rangka Kunjungan Kerja Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia dan rombongan ke Wilayah Kabupaten Belu, diagendakan pada tanggal 29 Oktober 2019 mendatang. Rapat persiapan ini dihadiri oleh Kepala BNN Kabupaten Belu- Apolinario Da Silva, SH, Wadan Satgas Pamtas RI-RDTL, Kejari Belu, Perwakilan BNPP, Bea Cukai, Karantina, Lapas, Balai POM dan Camat Tasifeto Timur.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk dan dalam ruangan

Dalam arahannya Wakil Bupati Belu- Drs. J. T. Ose Luan menjelaskan agar semua pihak terkait dapat mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan baik dari penerimaan, pengamanan dibandara hingga menuju PLBN Motaain sampai kepulangan Kepala BNN Republik Indonesia dengan jadwal yang telah ditentukan. Diharapkan semua pihak dapat turut memperlancar kunjungan kerja Kepala BNN Republik Indonesia bersama rombongan.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang duduk dan dalam ruangan

Sementara itu, Kepala BNN Kabupaten Belu- Apolinario Da Silva, SH mengatakan rapat koordinasi dalam rangka rencana penjemputan dan selama kegiatan Kepala BNN Republik Indonesia dan rombongan pada tanggal 29 Oktober 2019. Sesuai rencana Kepala BNN akan melewati dua desa bersinar yakni Desa Tulakadi dan Desa Silawan yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, oleh karena Desa Bersinar dan Sekolah Bersinar di Kabupaten Belu telah diketahui secara nasional. Dilanjutkan dengan melaksanakan bilateral meeting dengan Polisi Timor Leste di PLBN Motaain untuk membahas hal –hal teknis tentang pola penanganan, pencegahan, pengungkapan, peredaran gelap Narkoba di Wilayah Kabupaten Belu, TTU dan Malaka.

Gambar mungkin berisi: 9 orang, orang duduk dan dalam ruangan

Kepala BNN Kabupaten Belu juga menambahkan apabila ada jaringan pengedar yang bermain –main di 3 Kabupaten termasuk Timor Leste, maka akan ditangkap, ditindak tegas, bahkan dilumpuhkan. Bagi pemakai yang sudah lama bila dia mau sadar maka BNN Kabupaten Belu juga ada Sanksi Rehabilitasi untuk memulihkan kondisi dan kesehatan pengguna agar terbebas dari narkoba hingga tahap pembinaan dan pengawasan agar pengguna tidak akan tergoda menggunakan lagi narkoba.

Gambar mungkin berisi: 10 orang, orang tersenyum, orang berdiri dan dalam ruangan

Pada kesempatan yang sama, Kepala BNN Kabupaten Belu menuturkan bahwa Kepala BNN RI sangat mengapresiasi masyarakat Kabupaten Belu yang cukup tanggap terhadap pencegahan Narkoba dimana sesuai hasil survei secara nasional dari 173 Kabupaten, Belu masuk urutan ke 59 Kabupaten yang cukup tanggap terhadap pencegahan Narkoba oleh masyarakat itu sendiri.

Pada rapat persiapan Kunjungan Kerja Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia ke Kabupaten Belu ini juga dilakukan diskusi bersama para undangan yang hadir.

Berita/Foto: Asih Mukti & Mercy Aton

Facebook