Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – SABTU (12/10), Masyarakat Kota Atambua, Kabupaten Belu boleh bernafas lega. Pasalnya, sekolah kejuruan yang menjadi idaman masyarakat sejak dahulu, yakni SMKN 3 Atambua yang beralamat di jalan Putri Sion, Kelurahan Tulamalae, Kecamatan Atambua Barat akhirnya terwujud dan diresmikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Bidang SMA/SMK pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT – Drs. Lazarus Boling.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang tersenyum, langit dan luar ruangan

Acara peresmian ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan(SK) ijin operasional SMKN 3 Atambua oleh Kabid Pembinaan Bidang SMA/SMK Provinsi NTT kepada PLT. Kepala SMKN 3 Atambua, penyerahan aset dari SMKN 1 Atambua kepada SMKN 3 Atambua, pengguntingan pita dan pembukaan papan nama SMKN 3 Atambua.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri

Kabid Pembinaan Bidang SMA/SMK pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT – Drs. Lazarus Boling mengatakan bahwa, dengan peresmian ini tentunya orang tidak akan bertanya – tanya lagi tentang keabsahan, baik lembaganya maupun ijin operasional. Oleh karena itu, para siswa dituntut untuk terus belajar bila kelak menjadi orang sukses.

” Hanya dengan kerja keras dan belajar yang rajin, para siswa dapat meraih hasil yang maksimal demi nama besar lembaga pendidikan,” ujarnya.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih

Plt. Kepala SMKN 3 Atambua – Gaspar Klau Bria, S.Pd usai acara peresmian mengungkapkan, SMKN 3 Atambua dibangun sejak tahun 2014 diatas lahan seluas 8.000 meter persegi, menggunakan dana bantuan pemerintah pusat dan mampu menampung 275 siswa, terdiri dari 271 orang laki -laki dan 4 orang perempuan untuk satu jurusan yakni Teknik Sepeda Motor (TSM).

”Sementara masih cukup, namun tahun ajaran baru nanti (2019/2020), kami belum punya kelas belajar untuk siswa baru,” ujarnya.

Gambar mungkin berisi: 11 orang, orang duduk

Menurut Kepsek, sebagai sekolah yang baru dirintis, selain masih terkendala masalah fasilitas belajar, juga tenaga pendidik, terutama guru produktif di Jurusan Teknik Sepeda Motor. Meski demikian, pihaknya memastikan bahwa antusias siswa Kabupaten Belu untuk mengenyam pendidikan di lembaga ini sangat tinggi. Terbukti sekolah yang mendapat ijin operasional sejak 17 Mei 2019 yang lalu, jumlahnya sudah mencpai 275 orang siswa.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri dan luar ruangan

” Keberadaan SMKN 3 Atambua selain dirasakan manfaatnya bagi warga sekitar, juga oleh warga dari Kabupaten Malaka dan TTU. Selama ini anak-anak di wilayah Kabupaten Belu dan sekitarnya melanjutkan sekolah ke jenjang menengah atas diluar Kabupaten Belu, tetapi sekarang sudah ada sekolah negeri yang dekat, meski sebelumnya pembangunan sekolah ini banyak rintangan. Tahun ajaran baru nanti (2019/2020) kami akan menambah lagi dua jurusan, yakni teknik elektronik dan industri,” pungkasnya.

Acara peresmian ini dihadiri oleh Pejabat yang mewakili Bupati Belu, pejabat yang mewakili Kapolres Belu, para Kepala Sekolah, Para Dewan Guru, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat.

Foto/Berita: Frans Leki & Andi Luan

Facebook