PERINGATI HARI APOTEKER SEDUNIA IAI BELU LAKUKAN EDUKASI BAGI SISWA SD

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—SABTU (12/10), Memperingati Hari Apoteker sedunia yang jatuh pada tanggal 25 September tahun 2019, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) melakukan kegiatan edukasi kepada pelajar kelas V tingkat sekolah dasar, secara serentak diseluruh Indonesia termasuk diwilayah Kabupaten Belu, terkait obat dengan tema ‘’ Bersama Apoteker Mengenali Obat Sejak Usia Dini”, bertempat di SDK St. Yosef Atambua I.

Gambar mungkin berisi: 4 orang

Ketua Pengurus Cabang IAI Kabupaten Belu — Drs. Yafet Rampo, Apt, menyampaikan kegiatan edukasi yang dilakukan melibatkan anak SD bertujuan untuk memberikan pengenalan tentang profesi apoteker agar mereka menjadi apoteker cilik di lingkungan sekolah, dan untuk memberikan pemahaman kepada anak – anak tentang fungsi dari obat yang akan di konsumsi.

Gambar mungkin berisi: 10 orang, orang tersenyum, orang berdiri

‘’Melalui kegiatan ini kami ingin sampaikan kepada anak-anak ketika ke apotek atau membutuhkan obat dapat mencari tenaga farmasi yang punya latar belakang farmasi dalam hal ini apoteker agar tidak salah mengkonsumsi obat,’’ kata Yafet.

Lanjutnya, Apabila kita menggunakan obat secara tidak tepat akan menimbulkan efek yang tidak diinginkan dan merugikan diri kita sendiri oleh karena itu tujuan kita memberikan edukasi ini agar ketika mereka mendapatkan obat, sudah tahu kegunaan dari obat itu sesuai dengan penandaan pada obat.

‘’Kepada para Apoteker tetap menjalankan profesinya dan terus mengembangkan profesi itu untuk melayani sehingga masyarakat menggunakan obat secara baik dan benar, dan kepada masyarakat agar setelah mendapatkan obat dapat menanyakan kepada tenaga yang berprofesi untuk mendapatkan informasi sehubungan dengan obat tersebut,” jelas Yafet Rampo.

Gambar mungkin berisi: 15 orang, orang tersenyum, orang berdiri dan sepatu

Sementara itu, Salah satu Apoteker – Daniel Seran, S. Farm, Apt, menjelaskan terkait dengan obat perlu diberikan pemahaman secara khusus kepada masyarakat terutama anak-anak tentang manfaat obat karena di dalam obat terkandung zat-zat yang apabila salah digunakan akan berakibat fatal.

Gambar mungkin berisi: 8 orang, orang duduk dan dalam ruangan

‘’Obat-obat yang beredar dipasaran pada prinsipnya ada tiga penandaan yakni logo lingkaran warna merah bertuliskan K artinya keras yang harus di gunakan dengan resep dokter, logo lingkaran warna biru di kategorikan obat bebas terbatas yang artinya obat ini bebas di jual tetapi harus ada ijin yang harus dipenuhi oleh pengecer dan ada cara penggunaannya, logo lingkaran warna hijau artinya obat-obat ini bebas di jual tanpa menggunakan resep dokter obat ini hanya di gunakan untuk mengurangi gejala penyakit seperti panas,’’ tegas Daniel.

Selain di SDK St. Yosef Atambua I, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Kabupaten Belu juga melakukan edukasi kepada pelajar kelas V Sekolah dasar di SDK. Fatubenao.

Berita/Foto: Ria Mauk & Sipri Luma

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *