DIALOG ASPIRASI TORA BERSAMA BP4D

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU-Rabu (02/10), Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu bekerja sama dengan Lembaga Penyiaran Publik ( LPP ) Radio Republik Indonesia (RRI) Atambua mengadakan dialog Aspirasi Tora dengan menghadirkan Nara Sumber Kepala Bidang Infrastruktur pada Badan Perencanaan, pembangunan, penelitian dan pengembangan Daerah (BP4D) Kabupaten Belu – Rene Bria,ST. Dengan topik “Tata kelolah ruang dan wilayah di Kabupaten belu”.

Kepala Bidang Infrastruktur BP4D Kabupaten Belu – Rene Bria,ST, dalam dialog aspirasi tora menyampaikan kita punya tata ruang secara nasioanal itu adalah kewenangan dari pemerintah pusat, dan rencana tata ruang wilayah propnsi yang memberi kewenangan dari Pemerintah Propinsi, sedangakan untuk tingkat Kabupaten kita punya rencana tata ruang Kabupaten yang menjadi kewenangan Kabupaten Belu, induknya adalah pada Undang-undang No. 26 tahun 2007 tentang penataan ruang dan wilayah, kepada masing-masing Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah (kabupaten). Untuk Kabupaten Belu kita punya tata ruang wilayah Kabupaten dan tata ruang itu ada rencana umum, dan rencana rinci. untuk rencana umumnya kita sebut dengan rencana tata wilayah atau RT/RW, sedangkan rencana rinci itu merupakan rencana detail, ini ada kaitan dengan kewilayahan dan ada juga rencana detail kaitan dengan kawasan-kawasan strategis di wilayah pemerintahan tersebut.

” Misalya untuk kabupaten belu kita punya induk itu adalah rencana tata ruangan wilayah, sedangkan untuk kota Atmbua kita punya rencana detail tata ruang kota Atambua, kawasan alorpolitan, kawasan minapolitan, untuk sementara yang dipakai Perda Nomor 6 Tahun 2011 dalam proses revisi. Sesuai dengan Undang – Undang tahun rencana tata ruang itu harus 20 tahun, sehingga perda Nomor 6 Tahun 2011 itu tahun rencananya sampai pada tahun 2031. akan tetapi seiring dengan berjalanya waktu tahun 2013 itu terjadi pemekaran wilayah, sehingga dengan sendirinya tata ruang wilayah Kabupaten Belu berubah, dan perubahan itu di proses dari tahun 2015, dan langsung di adakan ulang revisi tata ruang wilayah (perubahan luas wilayah). Sehingga untuk Kabupaten Belu sangat layak untuk diadakan refisi dan proses revisi itu sendiri untuk RT/RW sedang berlangsung, dan pada tanggal 24 September 2019 Bapak bupati menerima persetujuan substansi dari Kementerian Agraria dan tata ruang (BPM), dan rencana substansi tata ruang kita sudah di setujui oleh semua Kemeterian lembaga di pusat,” kata Kabid Infra Struktur BP4D Kabupaten Belu – Rene Bria,ST.

Lebih lanjut Rene juga menyampaikan bahwa kewenangan Pemerintah Kabupaten ada tiga yakni terkait dengan tata ruang yang sementara disusun, pemanfaatan ruang, indikasi program kerangka pendanaan dan pengendalian pemanfaatan ruang. Dan untuk ruang publik di Kabupaten Belu dalam kota Atambua itu wajib 20%, setelah rencana tata ruang di tetapakan kita wajib membuat Peraturan Bupati yang mengatur tentang kawasan terbuka, sehingga akan menyambung dengan rencana detail dari DPRD. Kaitan dengan kota Atambua sampai tahun kemarin kita masih merencanakan revisi tata ruang kota Atambua, sesuai dengan Perpes 179 tentang Penataan Ruang Kawasan Perbatasan di NTT, Atambua kita sebut sebagai PKSL (pusat kawasan strategis nasioanl), dan untuk PKSL ini perencanaanya harus pada Kementerian ATR. Sehingga sementara rencana tata ruang pada tahun 2020 itu di ambil alih oleh Kementerian ATR terkait dengan perencanaanya tetapi kewenangan untuk pemanfaatannya dengan pengambilan itu tetap ada pada Pemerintah Kabupaten, sehingga penetapan utuk kota Atambua itu bukan dengan perda tetapi dengan perpres.

Di akhir dialog Kabid Infrastruktur BP4D Kabupaten Belu – Rene Bria,ST menyampaikan bahwa informasi tentang tata ruang ini bukanlah suatu informasi yang tertutup, ini adalah informasi yang bisa di akses oleh semua lapisan masyarakat. Jika masyarakat ingin mengetahui lebih banyak tentang tata ruang, masyarakat bisa datang langsung pada BP4D atau pada PUPR agar mendapat informasi yang lebih jelas tentang tata ruang itu sendiri.
#kominfo #kominfobelu #aspirasitora #atambua #atambuabelu #atambuakotaperbatasan
RRI Atambua
.
.
Berita/Foto: Auxiladora & John Dasilva

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *