PENURUNAN STUNTING JADI FOKUS UTAMA PEMDA BELU

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – SENIN (23/9), Dalam rangka percepatan penurunan stunting di Kabupaten Belu, Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) Kabupaten Belu bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Belu menyelenggarakan kegiatan Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Stunting Kabupaten Belu Tahun 2019 – 2021, bertempat di Aula Hotel Nusantara 2 Atambua.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk dan dalam ruangan

Penyusunan RAD stunting Kabupaten Belu Tahun 2019 – 2021 bertujuan untuk meningkatkan pemahaaman lintas sektor tentang pentingnya menyusun RAD Stunting dan manfaat RAD stunting dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Belu, tersusunnya RAD stunting yang memuat rancangan kegiatan dari lintas sektor serta target pencapaiannya sesuai indikator kinerja masing – masing serta menjadi pedoman bagi Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) lingkup pemerintah daerah dan menjadi acuan bagi pemangku kepentingan di Kabupaten Belu dalam upaya pencapaian penurunan stunting.

Penyusunan RAD stunting Kabupaten Belu dibuka secara resmi oleh Asisten Perekonimian dan Pembangunan Setda Belu – Drs. Arnoldus Bria Seo dan diikuti 137 orang yang terdiri dari kelompok kerja (Pokja) percepatan penurunan stunting terintegrasi, Camat, Lurah, Kepala Desa dan Sekdes Desa, Kepala Puskesmas dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang duduk dan teks

Dalam sambutan Sekretaris Daerah Kabupaten Belu yang dibacakan oleh Asisten Perekonimian dan Pembangunan Setda Belu – Drs.Arnoldus Bria Seo mengatakan bahwa, berdasarkan hasil riset kesehatan Kementerian Kesehatan, perkembangan stunting di Kabupaten Belu tahun 2018 sebesar 46,8 % bila dibandingkan dengan hasil tahun 2013 yaitu 18,8 %, maka ada peningkatan jumlah balita stunting sebesar 8,2 %.

Ditambahkan, meningkatnya jumlah balita stunting di Kabupaten Belu menuntut pemerintah memberikan perhatian yang lebih dalam upaya penanggulangn.
“ Kita berharap, generasi Belu masa depan harus sehat, serdas, kreatif dan produktif. Jika anak – anak terlahir sehat, tumbuh dengan baik dan didukung oleh pendidikan yang berkualitas, maka mereka akan menjadi generasi yang sukses untuk pembangunan bangsa. Sebaliknya, jika jika anak – anak terlahir dan tumbuh dalam kekurangan gizi kronis, maka mereka akan menjadi anak kerdil,” ungkapnya.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk, tabel dan dalam ruangan

Materi yang disampaikan pada kesempatan tersebut menyangkut penyusunan rencana aksi daerah percepatan pencegahan stunting di Kabupaten Belu oleh tim Percepatan pencegahan anak kerdil/stunting (TP2AK) pada Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia.

Berita/Foto: Frans Leki & Bene Luan

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *