DIALOG ASPIRASI TORA BERSAMA PDAM KABUPATEN BELU, “TIDAK ADA AIR TIDAK ADA KEHIDUPAN”.

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU–Rabu (18/09), Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu bekerjasama dengan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Atambua mengadakan Diolag Aspirasi Tora dengan menghadirkan Narasumber Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)Kabupaten Belu – Yunius Koi Asa, S.Fil, dengan topik “Tidak Ada Air Tidak Ada Kehidupan”.

Direktur PDAM Kabupaten Belu – Yunius Koi Asa, S.Fil dalam Dialog Aspirasi Tora mengatakan banyak permasalahan yang di hadapi oleh PDAM Kabupaten Belu dikarenakan keterbatasan sumber mata air dan juga pada musim – musim panas ada sumber mata air yang dikelolah itu mengurang bahkan mengering. Selain itu adapun persoalan lain yaitu mental masyarakat yang merusak pipa, juga ada tunggakan masyarakat yang begitu besar sehingga pendapatan penerimaan terbatas.

“Hal-hal seperti ini sangat menggangu manajemen PDAM untuk bisa melayani para pelanggan lebih optimal terutama karena debit air yang berkurang sepanjang spam lahurus, sepanjang jalan dari lahurus sampai Baukoek ada tepingan dan lain sebagainya, sehingga air lahurus mengalir ke reservoir Fatubenao hanya sekitar 7 liter ini sangat menggangu untuk pemenuhan air bagi masyarakat kota dan sekitarnya .dan untuk Wematan tirta yang pada umumnya musim hujan Bron A bisa sekitar 15-20 liter perdetik dan Bron C 10-15 liter per detik, tetapi pada musim panas seperti ini kalau tidak didukung pompa dari sumur darurat itu memang sangat setengah mati dalam pelayanan, tetapi karena kita membuat sumur darurat sekitar hutan, pinggir kali sehingga dari bronkapterin A dan C menurun kita bisa suplai tambah injeksi ke bronkap dengan liistrik 33.000, pompa 18kb kita suplai selama ini sehingga pada musim panas ini tidak terganggu,” katanya.

Yunius Koi juga menyebutkan saat ini Pelanggang total PDAM Kabupaten Belu sebanyak 5841. Dari 5841 ini sekitar 3016 yang aktif, selain dari itu semuanya pasif terutama yang berada di wilayah ketinggian seperti lolowa, wekatimun, weaituan, haliren dan sekitar sesekoe karena debit airnya berkurang, oleh karena itu untuk saat ini kita belum bisa melayani, tetapi kita tetap terus berupaya dan saat ini mulai ada pembangunan spam weoe dan spam molosoan dan kiranya dengan pembangunan itu kita pengamanan jaringan pipa lahurus sehingga tepingan-tepingan dari pipa lahurus mulai kita tutup nantinya pada awal Januari tahun 2020 nanti.

Lebih lanjut Dirut PDAM Kabupaten Belu juga menambahkan bahwa tidak semua program air yang di bangun oleh Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten diserahkan kepada PDAM Kabupaten Belu untuk dikelola. Yang diserahkan dan dikelola oleh PDAM kabupaten Belu adalah sistem penyediaan air bersih Lahurus/spam Lahurus, spam tirta oematan (bron A dan C), spam di silawan dan Haekrit.

Di akhir dialog direktur PDAM menyampaikan dirinya akan terus berusaha meyakinkan masyarakat dan terus bekerja di lapangan untuk membuktikan bahwa kita harus bersama –sama membangun Kabupaten Belu ini dalam hal air minum. Dirut juga berpesan kepada para pelanggan untuk selalu tepat waktu membayar tagihan pada rekening air setiap bulannya, karena dari rekening air itu dapat membantu memperbaiki pipa-pipa yang rusak, sehingga air dapat teraliri dengan baik. Dirinya juga mangajak kepada semua masyarakat untuk tetap menjaga pipa-pipa yang ada dan mengajak seluruh masyarakat kota Atambua untuk bersama sama mendukung dan mendorong dana yang ada sehingga bisa memperbaiki pipa yang bocor dan kropos untuk memenuhi kebutuhan air di Kabupaten Belu.

Berita/Foto: Mercy Aton & Jun Naibuti

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *