KEUSKUPAN ATAMBUA GELAR RAPAT BAHAS MASALAH MARTABAT PRIBADI MANUSIA DALAM MIGRAN ILEGAL DAN HUMAN TRAFICKING

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU–Selasa (10/09), Keuskupan Atambua Dekenat Belu Utara mengadakan pertemuan bersama SVD Timor yang membahas tentang Masalah Martabat Pribadi Manusia dalam Migrasi Ilegal dan Human Traficking, pertemuan ini berlangsung selama tiga hari mulai dari tanggal 09 – 11 September 2019 bertempat di Biara SVD St. Yosef Nenuk Atambua.

Gambar mungkin berisi: keramaian dan dalam ruangan

Dalam pertemuan ini, para pastoral membahas tentang bagaimana mengatasi masalah martabat pribadi manusia dalam Migrasi ilegal dan Human traficking menjadi suatu persoalan yang sangat penting, karena dalam pembicaraan sehari-hari kita menggunakan istilah martabat tidak hanya untuk manusia sebagai manusia, melainkan juga untuk banyak hal lain yang berkaitan dengan status dan aktifitas manusia. Oleh karena itu istilah martabat dalam berbagai konteks mengandung arti nilai, harga, derajad, pangkat dan gengsi. Hal ini terlihat jelas sekali bahwa manusia itu benar-benar menjadi komoditas, mereka bukan lagi manusia bermartabat sebagai pribadi melainkan sebagai barang yang dapat diatur dan dipindahkan dimana saja sesuai dengan kepentingan bisnis sang pedagang (trafficker).

Gambar mungkin berisi: 2 orang, dalam ruangan

Dosen Filsafat UNWIRA Kupang – Dr. Norbertus Jegalus, yang juga sebagai pemateri dalam kegiatan ini mengatakan dengan adanya fakta tenaga kerja yang ilegal merupakan tenaga kerja yang tidak mempunyai dokumen yang lengkap. Norbertus juga menegaskan karena manusia adalah makhluk yang bermartabat oleh karena itu hak-hak asasi harus tetap di lindungi, sehingga ini merupakan tanda bagi gereja untuk mendukung dan menyadari bahwa manusia tidak bisa diperlakukan yang tidak sesuai dengan haknya. Norbertus juga berharap kepada seluruh masyarakat agar ikut serta membicarakan dan menetukan sikap untuk terlibat dalam mengatasi tenaga kerja yang ilegal.

Gambar mungkin berisi: 7 orang, orang duduk, tabel dan dalam ruangan

Pada tempat yang sama, Uskup Atambua – Mgr. Dominikus Saku, Pr mengatakan bahwa dalam rekoleksi ini untuk menyadarkan para peserta tenaga kerja agar paham tentang harkat dan martabat pribadi manusia, Uskup Atambua juga menyebutkan bahwa suatu upaya animasi penyadaran pastoral untuk memperhatikan lebih persoalan martabat pribadi tentang migran perantau ilegal, dan yang paling terpenting adalah penggunaan akal budi untuk martabat manusia yang secara normal.

Hadir dalam pertemuan tersebut para Pastor se-Keuskupan Atambua dan Pastor SVD timor.

Berita/Foto: Devi Yunita & Okto Mali

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *