Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU–Kamis (29/08), Pemerintah Kabupaten Belu bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Belu menyelenggarakan Jambore Kader PKK dan Kader Posyandu Tingkat Kabupaten Belu Tahun 2019 yang bertemakan ” Pentingnya peran kader PKK dan Posyandu dalam pencegahan dan Penanganan Stunting di Kabupaten Belu”. Kegiatan Jambore ini berlangsung di Gedung Wanita Betelalenok, Atambua, dan dibuka secara resmi oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH.

Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang berdiri

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Belu, didampingi oleh seluruh Ketua TP PKK tingkat Kecamatan.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, dalam ruangan

Bupati Belu – Willybrodus Lay, SH mengatakan sudah sekian tahun kader PKK dan kader Posyandu menjalankan tugasnya di tengah- tengah masyarakat. PKK menjalankan 10 Program pokok PKK dan kader Posyandu menjalankan tugasnya dalam pelayanan kesehatan dasar khususnya kegiatan di Posyandu. Hal ini membuktikan pentingnya peran dan tugas sebagai Kader PKK dan Posyandu.

Gambar mungkin berisi: 12 orang, orang tersenyum, orang berdiri dan dalam ruangan

”Karenanya, saya menyampaikan penghargaan yang tulus untuk segala pengabdian dan dedikasinya, atas tugas dan tanggungjawab yang selama ini berjalan ditengah – tengah masyarakat,” ujar Bupati Belu – Willybrodus Lay, SH.

Bupati menjelaskan berdasarkan tema kali ini, Stunting merupakan kondisi dimana seorang anak mengalami gangguan pertumbuhan yang diartikan tinggi badan seorang anak tidak sesuai umur akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama, penyebabnya adalah asupan gizi yang kurang. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah anak lahir tetapi stunting baru nampak setelah anak berusia 2 Tahun.

” Khusus kepada kader PKK dan Posyandu dalam menggerakan dan menjalankan program dan kegiatan di desa maupun kelurahan, harus membutuhkan perhatian dan kerja keras yang serius dalam rangka mencegah dan menanggulangi Stunting,” tegasnya.

Gambar mungkin berisi: 13 orang

Menurutnya, untuk memenuhi asupan gizi yang tinggi, masyarakat dapat memanfaatkan daun kelor karena daun kelor mempunyai asupan gizi yang sangat luar biasa. bukan hanya daun kelor namun telur, tahu, tempe dan sumber protein lainnya.

” saya minta kepada para kader untuk membantu menggerakan masyarakat sekitar untuk mengatasi masalah yang ada dengan memberikan motivasi untuk memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayur – mayur, menjaga sanitasi rumah dan lingkungan sekitar,” tandas Bupati Willy.

Gambar mungkin berisi: 19 orang, orang tersenyum, orang berdiri dan dalam ruangan

Diakhir sambutannya Bupati mengatakan dengan fokus perhatian utama pada kesehatan keluarga, ibu dan anak, gizi keluarga, sanitasi atau kesehatan lingkungan, diharapkan dapat membantu percepatan pencegahan dan penanganan stunting demi terwujudnya generasi Belu yang sehat dan cerdas.

Berita/Foto: Norci Man & Sipri Luma

Facebook