JALIN PERSAUDARAAN INDONESIA – TIMOR LESTE MELALUI WORKSHOP PERTUKARAN BUDAYA DI PERBATASAN

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Selasa (27/08), Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia, Direktorat Warisan Dan Diplomasi Budaya gandeng Yayasan Mekar Pribadi menggelar Kegiatan Workshop Pertukaran Budaya di Perbatasan Indonesia – Timor Leste, berlangsung di lantai 3 Aula Gedung PLBN Motaain, Kecamatan Tasifeto Timur.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, tersenyum

Tujuan dari Workshop Pertukaran Budaya di Perbatasan Indonesia Timor leste ini yaitu untuk memperkenalkan warisan budaya serta untuk mempererat tali persaudaraan antar kedua belah Negara, dengan menghadirkan perwakilan pelajar dari tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama dari dua Negara Indonesia dan Negara timor leste distrik Maliana. Kegiatan pertukaran budaya ini juga dihadiri Kasubdit Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia – Jujur istanto, Agen Konsulado Timor Leste di Atambua – Paulo Da Costa Ximenes, Asisten Administrasi Umum Sekda Belu – Fransiskus X. Asten, S.Sos, serta Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Belu.

Gambar mungkin berisi: 10 orang, orang duduk dan dalam ruangan

Dalam sambutannya Asisten Administrasi umum Sekda Belu mengatakan, tujuan dari diselenggarakan nya workshop pertukaran budaya antar kedua belah Negara ini adalah untuk meningkatkan seni budaya kepada para generasi muda dengan memperkenalkan nilai–nilai budaya antar kedua Negara dengan menampilkan nilai–nilai budaya dan keaslian, diharapkan melalui kegiatan ini bisa menambah pengetahuan dan atas nama Pemerintah Kabupaten Belu kami sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, dekat

Kasubdit Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya dari Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia – Jujur Istanto memberikan apresiasi kepada Ketua Yayasan Mekar Pribadi yang telah menjalankan kegiatan dengan melibatkan anak–anak dari 2 negara yakni Indonesia dan Timor Leste. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sangat mendukung kegiatan ini, karena untuk memperkenalkan budaya antar 2 negara, sehingga dengan kegiatan pertukaran budaya ini bisa memperat hubungan antar kedua belah negara.

Gambar mungkin berisi: 10 orang, orang tersenyum, orang duduk

“Pesan saya untuk generasi muda yang nantinya akan menjadi pemimpin di masa depan agar bisa mengambil bagian dalam kegiatan ini untuk lebih menggenal dan lebih mencintai budayanya masing-masing,” Ucap jujur Istanto.

Ketua Yayasan Mekar Pribadi – Oetari Nor Permadi mengatakan, Kegiatan workshop ini merupakan salah satu kegiatan pertukaran budaya antara pelajar Timor Leste Distrik Maliana dan pelajar asal Indonesia khususnya di wilayah Motaain Kabupaten Belu.

Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang tersenyum, orang berdiri

” Hal ini dilakukan untuk membuat suatu kenangan yang bisa dingat seumur hidupnya baik anak–anak dari Timor Leste maupun anak –anak dari Indonesia serta untuk memperat tali persaudaraan antar kedua belah negara, sehingga di kemudian hari jika ada persoalan maka bisa diselesaikan secara persaudaraan,” Ujarnya.

Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang berdiri, orang di panggung, anak dan dalam ruangan

Kegiatan ini diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia, Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya yang peduli sekali dengan warisan budaya yang dimiliki, kegiatan akan dilanjutkan dengan workshop pembuatan film cerita pendek sehingga anak – anak di Belu bisa mengungkapkan kreativitasnya dan bisa menggambarkan keindahan panoramanya serta mengeluarkan ide – ide dari anak – anak sehingga bisa dituangkan menjadi video digital.

Berita/Foto: Asih Mukti & Cransen Fontes

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *