PELATIHAN PENINGKATAN KWALITAS WARNA ALAM TENUN IKAT, BAGI IBU –IBU KELOMPOK TENUN BIA BEREK DAN KELOMPOK TENUN MAWAR RAIMATEN

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Senin (26/08), Lurah Manumutin – Albertus Nai Mau membuka kegiatan Pelatihan Peningkatan Kualitas Warna Alam Tenun Ikat, bagi ibu–ibu Kelompok Tenun Bia Berek dan Kelompok Tenun Mawar Raimaten, berlangsung diaula Kantor Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk dan dalam ruangan

Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kualitas Pewarna Alam Tenun Ikat bagi Kelompok Tenun Bia berek dan Kelompok Tenun Mawar Raimaten ini dilaksanakan dari tanggal 26-29 Agustus 2018. Pelatihan ini dilakukan dalam rangka untuk menambah pengetahuan serta untuk meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya bagi ibu–ibu kelompok tenun yang ada di wilayah kelurahan Manumutin.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan orang duduk

Pelatihan ini dihadiri perwakilan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu yakni Kasi Bina Produksi dan Sarana – Ludovikus A. Lakuloy, Amd, Instruktur – Novi Bere, Ratna Dwi dan Novi Fernandes dari Dekranasda Kabupaten Belu.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan luar ruangan

Lurah Manumutin – Albertus Nai Mau mengatakan kegiatan peningkatan kualitas tenun ikat dengan menggunakan pewarna alami bagi 2 kelompok tenun bia berek dan kelompok tenun mawar, karena selama ini pewarna alami ini belum dilaksanakan oleh ibu –ibu kelompok tenun, sehingga perlu kita tingkatkan bagaimana cara mengolah atau menenun benang agar hasil yang di peroleh bisa lebih baik lagi, yang kita harapkan melalui pelatihan ini, hasil tenun yang mereka lakukan bisa di jual baik di tingkat nasional dan internasional.

” Jadi di manumutin ada 7 kelompok tenun dan pelatihan ini akan dilakukan secara bertahap, untuk tahun depan akan dijadwalkan bagi kelompok–kelompok tenun lainnya sesuai dengan dana yang dianggarkan nanti, dana pelatihan ini merupakan dana kelurahan tahun anggaran 2019, yakni DAU murni dan DAU tambahan, sehingga setiap kelurahan akan melaksanakan 2 kegiatan, yakni pada bidang infrastuktur dan bidang pemberdayaan, saya harapkan peningkatan produksi tenun ikat ini bisa semakin meningkat setiap tahunnya,” kata lurah Manumutin saat ditemui media Kominfo Belu dalam kegiatan pelatihan, Senin (27/08)

Pada tempat yang sama, Kasi Bina Produksi dan Sarana – Ludovikus A.Lakuloy, Amd mengatakan kegiatan ini dilakukan bagi ibu-ibu pelaku tenun ikat, hal ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga khususnya bagi ibu-ibu pelaku tenun ikat.

Keterangan foto tidak tersedia.

Ludo juga menambahkan hari ini akan dilakukan peramuan bahan–bahan alami untuk dilakukan pewarnaan alami, setelah dilakukan pencampuran bahan alam dan dilanjutkan dengan perminyakan dan perendaman dengan warna yang diinginkan, penjemuran serta penggulungan benang, kami dari dinas teknis sangat mengapresiasi kegiatan ini, untuk kedepannya tenun ikat ini akan menjadi salah satu ciri khas dari kabupaten Belu.

Sebagai informasi bahan–bahan yang digunakan sebagai bahan pewarna alami yakni, Kunyit, Daun gala-gala, Daun Pandan, Daun Gewang, Daun Pepaya, Kemiri, Kulit Kayu Kanfa’ek.

Hadir pula dalam acara ini Camat Kota Atambua – Vincensius Mau, ST., MT.

Berita/Foto: Asih Mukti & Jhon Dasilva

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *