INOVASI PERPUSTAKAAN DESA TINGKATKAN MINAT BACA MASYARAKAT

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Selasa (30/07), Perpustakaan Nasional Republik Indonesia bekerja sama dengan Perpustakaan Kabupaten Belu mengadakan kunjungan ke Perpustakaan Desa Tohe, Kecamatan Raihat. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau dan melihat secara langsung Perpustakaan Desa Tohe yang merupakan salah satu dari enam perpustakaan desa yang ada di Kabupaten Belu yang menjadi perhatian khusus dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dalam mengembangkan minat baca masyarakat.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang berdiri dan orang duduk

Zahid – Konsultan Pendamping Transformasi Perpustakaan berbasis Inklusi Sosial Perpustakaan Nasional Republik Indonesia mengatakan kunjungan ke Perpustakaan Desa Tohe ini sebagai upaya untuk memotivasi masyarakat agar gemar membaca. Hal itu dikarenakan, masyarakat masih belum memanfaatkan perpustakaan yang ada secara optimal.

“Perpustakaan Nasional Republik Indonesia mengadakan Inovasi-inovasi baru dalam memberikan pelayanan referensi bagi masyarakat pedesaan, terutama dalam bidang Pertanian dan Perikanan, melihat Desa Tohe mempunyai lahan pertanian dan air yang melimpah, sedangkan untuk anak-anak usia Sekolah diberikan referensi buku-buku bacaan,” ujarnya.

Saat ini Perpustakaan sudah berbasis Digital yang didukung dengan Peraturan Kementerian Desa Tahun 2016 yang menyatakan setiap Desa dapat menganggarkan lewat Anggaran Dana Desa untuk membangun gedung perpustakaan dan pengadaan buku-buku bagi masyarakat dan para pelajar.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri dan dalam ruangan

“Fungsi Perpustakaan tidak hanya pinjam dan baca tetapi juga sebagai pusat pembelajaran bagi masyarakat dalam meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan. Saya berharap, Perpustakaan Daerah juga selalu mengadakan kegiatan inovasi – inovasi baru bagi masyarakat sehingga perpustakaan menjadi pusat sumber informasi bagi masyarakat,” ungkap Zahid.

Sekretaris Desa Tohe – Hironimus Talo Mau mengatakan, dengan kehadiran perpustakaan di Desa Tohe, masyarakat sangat terbantu dalam mengakses informasi.

“Kedepannya perpustakaan Desa Tohe ini akan dikembangkan, karena program penerima manfaat perpustakaan ini sangat membantu masyarakat dalam mengembangkan minat baca, harapan saya agar Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dapat memberikan perhatian sarana prasarana dalam menunjang pengembangan perpustakaan di desanya, agar minat baca masyarakat dapat berkembang, karena untuk saat ini minat baca masyarakat di Desa Tohe masih sangat minim,” ucap sekretaris Desa Tohe.

Gambar mungkin berisi: 11 orang, orang tersenyum, orang berdiri dan luar ruangan

Hironimus juga berharap agar Dinas Perpustakaan Daerah dapat memberi pendampingan bagi para pengelola perpustakaan Desa agar mereka dapat mengelola perpustakaan desa dengan baik.

Untuk di ketahui Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Belu akan mewajibkan setiap Desa harus mempunyai perpustakaan Desa.

Berita/Foto: Hengki Mao & Cransen Fontes

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *