GUBERNUR NTT HADIRI PERPAS REGIO NUSRA KE XI

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Rabu (24/07), Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) – Viktor Bungtilu Laiskodat, SH menghadiri Pertemuan Pastoral (Perpas) Regio Nusa Tenggara (Nusra) ke XI yang berlangsung di Hotel Matahari Atambua.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan dalam ruangan

Perayaan Akbar Perpas Regio Nusra ke XI dengan tema “Gereja Nusra Peduli Migran Perantau”, diikuti 7 Uskup dari 8 keuskupan regio nusra, yakni Mgr. Petrus Turang, Pr dari Keuskupan Agung Kupang, Mgr. Vincentius Sensi Poto Kota dari Keuskupan Agung Ende, Mgr. Edwaldus M. Sedu dari Keuskupan Maumere, Mgr. Edmund Woga, CSsR dari Keuskupan Weetabula, Vikjen RD. Alfons Segar dari Keuskupan Ruteng, Mgr. Silvester San dari Keuskupan Denpasar, Mgr. Frans Kopong Kung dari Keuskupan Larantuka dan Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr dari Keuskupan Atambua.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang berdiri

Turut hadir dalam Perpas tersebut, Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan, Sekretaris Daerah Kabupaten Belu – Drs. Petrus Bere, Pejabat yang mewakili Bupati TTU dan Malaka, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Belu serta Tokoh Masyarakat setempat.

Pertemuan yang dilaksanakan 3 Tahun sekali ini selain membahas permasalahan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, juga membahas mengenai potensi dan komoditas unggulan yang ada di wilayah NTT yang selama ini belum dikelolah secara optimal serta rencana – rencana yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan pihak gereja dalam upaya mencegah dan menanggulangi dampak dari globalisasi bagi perekonomian. Masing – masing memberikan masukan, saran dan pertanyaan terkait perubahan – perubahan yang terjadi di tengah – tengah masyarakat.

Gambar mungkin berisi: 8 orang, orang tersenyum

Gubernur NTT – Viktor Bungtilu Laiskodat usai Perpas mengatakan, ada 3 poin penting dalam upaya pengembangan SDM, yakni keseriusan kerja, pengadaan Balai Latihan Kerja (BLK) dan persiapan lapangan kerja. Menurutnya, pertemuan ini sangat penting karena dihadiri para Pemimpin Gereja Katolik yang sudah memberikan masukan dan pikiran terkait SDM yang ada di Gereja dan Pemerintah untuk bersama – sama membangun wilayah NTT, sehingga kedepan perlu penempatan SDM masing – masing di kedua lembaga tersebut, guna memberikan daya ungkit yang kuat untuk pembangunan NTT.

Gambar mungkin berisi: 6 orang, orang duduk dan dalam ruangan

“ Teknisnya setiap Keuskupan kirim satu orang ke Kantor Gubernur. Kemanapun Gubernur pergi kita sama – sama. Yang belum beres kita buat perencanaan dengan prioritas pariwisata, pendidikan, peternakan dan pertanian. Karena itu Pemerintah dan pihak Gereja perlu kerja keras dalam upaya peningkatan SDM,” ungkapnya.

Berita/Foto : Frans Leki / Hengki Mao

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *