BUPATI BELU MEMBUKA KEGIATAN PERPAS REGIO NUSRA KE XI

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU–Senin (22/07), Bupati Belu – Willybrodus Lay, SH membuka kegiatan Pertemuan Pastoral (Perpas) Regio Nusa Tenggara (Nusra) ke XI dengan tema “Gereja Nusra Peduli Migran Perantau”, bertempat di Gereja Katedral Sta.Maria Immaculata Atambua.

Gambar mungkin berisi: 5 orang, orang berdiri

Kegiatan Perpas Regio Nusra ke XI ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Belu – Willybrodus Lay,SH didampingi Uskup Agung Kupang – Mgr. Petrus Turang,Pr, Uskup Agung Ende – Mgr.Vincentius Sensi Poto Kota dan Uskup Atambua – Mgr. Dominikus Saku, Pr.

Perpas Regio Nusra adalah pertemuan rutin para wali Gereja Nusra untuk membahas suatu tema khusus yang tindak lanjutnya dijalankan oleh masing – masing keuskupan bekerja sama dengan komisi terkait lintas keuskupan. Dalam pelaksanaannya, para Wali gereja melibatkan kaum awam yang kapabel untuk turut mengembangkan pemikiran dalam menjawab perubahan – perubahan yang terjadi di tengah – tengah masyarakat.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk

Gubernur Nusa Tenggara Timur – Viktor Bungtilu Laiskodat, SH dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Bupati Belu – Willybrodus Lay,SH mengucapkan selamat datang kepada para Uskup se–NTT atas kehadirannya dan kepada seluruh panitia pertemuan pastoral Regio Nusra ke IX yang telah bekerja keras sehingga penyelenggaraan Perpas Regio Nusra ini dapat berjalan dengan baik.

Gubernur NTT menambahkan, melalui tema “Gereja Nusra Peduli Migran Perantau” Perpas Regio Nusra ke IX diharapkan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi umat, karena saat ini peran Gereja di NTT tidak hanya terbatas pada hidup berorganisasi dan pembinaan umat semata, akan tetapi Gereja diharapkan semakin berperan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bangsa dan negara. Gereja kedepan, akan mampu memposisikan diri sebagai lembaga pengayom, pemeliharaan umat serta mampu bekerja sama dengan pemerintah dan seluruh komponen bangsa sercara cerdas dan mengedepankan nasib bangsa terutama umat NTT. Gubernur jug menghimbau kepada seluruh masyarakat NTT agar tetap menjaga kebersamaan dan kerukunan antar umat beragama di Wilayah NTT.

Gambar mungkin berisi: 11 orang

“ Kita harus terus bersinergi untuk membangun daerah ini. Bila ada perbedaan, mari kita berkomunikasi dengan terbuka sesuai etika ketimuran yang kita miliki. Perbedaan pendapat yang ada merupakan satu kekuatan bagi kita untuk maju bersama. Mari menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama, karena kerukunan antar umat beragama menjadi salah satu hal penting dalam kehidupan” ungkapnya.

Diakhir sambutan tertulisnya, Gubernur NTT mengajak kepada seluruh elemen masyarakat di Provinsi NTT untuk mendukung gerakan NTT bersih dengan menjaga kebersihan mulai dari kita sendiri dan lingkungan di mana kita tinggal dan beraktivitas.

Gambar mungkin berisi: 12 orang, orang duduk

“ Dengan ditetapkan beberapa kota di Provinsi NTT sebagai kota terkotor di Indonesia, menyadarkan kita dengan sungguh – sungguh untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan asri. Perlu kita sadari bahwa, kepedulian dan aksi nyata memerangi sampah menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pariwisata sebagai salah satu sektor pembangunan di NTT,” katanya Gubernur.

Perpas Regio Nusra ke XI akan berlangsung dari tanggal 22 Juli hingga 27 Juli 2019.

Berita/Foto: Frans leki / Hengki Mao

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *