PELATIHAN INKLUSI DAN KERENTANAN BAGI OPD DAN PENYEDIA LAYANAN EKONOMI

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Rabu (17/07), Bupati Belu – Willybrodus Lay, SH membuka kegiatan Pelatihan Inklusi dan Kerentanan Bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Penyedia layanan ekonomi di Kabupaten Belu, berlangsung di Aula Hotel Nusantara Dua Atambua.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk dan dalam ruangan

Pelatihan Inklusi dan Kerentanan yang di adakan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Humanity & inclusion (HI) bekerjasama dengan Circle of Imagine Society (CIS TIMOR) membahas tentang Program Pembangunan ekonomi inklusif berkelanjutan di Kabupaten Belu.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, dalam ruangan

Bupati Belu – Willybrodus Lay, SH dalam arahannya mengatakan pelatihan ini sangat bermanfaat dan berguna untuk mendorong kelompok-kelompok yang kreatif agar mengangkat ekonomi masyarakat terutama penyandang disabilitas yang ada di Kabupaten Belu. Bupati berharap agar para utusan dari masing-masing OPD mengikuti pelatihan ini dengan serius sehingga bisa membuat program-program berkelanjutan untuk masyarakat.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri dan dalam ruangan

Project Officer PEIB – Belu – Firmansyah A. D. Mara mengatakan Pelatihan ini berkaitan dengan perencanaan pembangunan di Kabupaten Belu bisa Inklusif atau manfaatnya menyasar kepada banyak orang terutama kelompok penyandang disabilitas. Pelatihan ini dilakukan agar pimpinan OPD kedepannya dalam rangka menyusun RKPD bisa memikirkan bagaimana dampak dan asas manfaat program-program pada dinas terhadap penyandang Disabilitas.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk dan dalam ruangan

Firmansyah juga menambahkan bahwa Program ini bersasaran Kepada Janda, Keluarga miskin, pemuda Putus Sekolah dan penyandang Disabilitas. Pelatihan ini ditujukan untuk bagaimana membuka ruang pikir pimpinan OPD dan lembaga penyedia ekonomi untuk memikirkan bagaimana nasib penyandang Disabilitas. Pelatihan ini akan diberikan materi yang bertopik Inklusi, Disabilitas, Jender, dan kerentanan.

Pelatihan Inklusi dan Kerentanan ini diikuti pimpinan OPD, Pimpinan Koperasi dan Organiasi Pengusaha.

Foto/Berita: Anna Ukat & Bene Luan

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Rabu (17/07), Bupati Belu – Willybrodus Lay, SH membuka kegiatan Pelatihan Inklusi dan Kerentanan Bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Penyedia layanan ekonomi di Kabupaten Belu, berlangsung di Aula Hotel Nusantara Dua Atambua.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk dan dalam ruangan

Pelatihan Inklusi dan Kerentanan yang di adakan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Humanity & inclusion (HI) bekerjasama dengan Circle of Imagine Society (CIS TIMOR) membahas tentang Program Pembangunan ekonomi inklusif berkelanjutan di Kabupaten Belu.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, dalam ruangan

Bupati Belu – Willybrodus Lay, SH dalam arahannya mengatakan pelatihan ini sangat bermanfaat dan berguna untuk mendorong kelompok-kelompok yang kreatif agar mengangkat ekonomi masyarakat terutama penyandang disabilitas yang ada di Kabupaten Belu. Bupati berharap agar para utusan dari masing-masing OPD mengikuti pelatihan ini dengan serius sehingga bisa membuat program-program berkelanjutan untuk masyarakat.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri dan dalam ruangan

Project Officer PEIB – Belu – Firmansyah A. D. Mara mengatakan Pelatihan ini berkaitan dengan perencanaan pembangunan di Kabupaten Belu bisa Inklusif atau manfaatnya menyasar kepada banyak orang terutama kelompok penyandang disabilitas. Pelatihan ini dilakukan agar pimpinan OPD kedepannya dalam rangka menyusun RKPD bisa memikirkan bagaimana dampak dan asas manfaat program-program pada dinas terhadap penyandang Disabilitas.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk dan dalam ruangan

Firmansyah juga menambahkan bahwa Program ini bersasaran Kepada Janda, Keluarga miskin, pemuda Putus Sekolah dan penyandang Disabilitas. Pelatihan ini ditujukan untuk bagaimana membuka ruang pikir pimpinan OPD dan lembaga penyedia ekonomi untuk memikirkan bagaimana nasib penyandang Disabilitas. Pelatihan ini akan diberikan materi yang bertopik Inklusi, Disabilitas, Jender, dan kerentanan.

Pelatihan Inklusi dan Kerentanan ini diikuti pimpinan OPD, Pimpinan Koperasi dan Organiasi Pengusaha.

Foto/Berita: Anna Ukat & Bene Luan

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *