KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN RI, GELAR BIMTEK PENUMBUHAN DAN PENGEMBANGAN WIRAUSAHA IKM DAERAH PERBATASAN DI WILAYAH KABUPATEN BELU

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Selasa (09/06), Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu- Ir. Florianus Nahak, M.Si didampingi Kasubdit Progam Direktorat IKM Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut (LMEA) Kementerian Perindustrian–Ciska Farida Ariany membuka kegiatan bimbingan teknis dan fasilitasi mesin/peralatan perbengkelan las, dalam rangka Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha IKM Daerah Perbatasan di Kabupaten Belu, berlangsung di Aula Hotel Matahari.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang duduk dan teks

Program penumbuhan dan penggembangan kewirausahaan di daerah terluar di wilayah perbatasan ini diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu dalam rangka Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha IKM Daerah Perbatasan Wilayah Kabupaten Belu melalui kegiatan bimbingan teknis dan fasilitasi mesin/peralatan perbengkelan las bagi 20 orang yang bekerja di bidang perbengkelan.

Gambar mungkin berisi: 6 orang, dalam ruangan

Kegiatan bimtek yang akan berlangsung dari tanggal 09-13 Juli 2019 ini dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu-Ir. Florianus Nahak, M.Si didampingi Kasubdit Progam Direktorat IKM Logam, Mesin, Elektonika dan Alat Angkut (LMEA) Kementerian Perindustrian–Ciska Farida Ariany.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Belu-Ir. Florianus Nahak, M.Si dalam arahannya mengatakan adalah satu kebanggaan bahwa perhatian kementerian kepada Kabupaten Belu yang mana telah ke dua kalinya melaksanakan kegiatan dan banyak bantuan dari kementerian maupun dari provinsi yang sudah di berikan ke Kabupaten Belu, banyak kelompok–kelompok wirausaha yang telah dibantu,dan untuk saat ini kelompok wira usaha khususnya perbengkelan dengan menggunakan peralatan ala kadarnya, dan hari ini merupakan salah satu perhatian dari kementerian selain memberikan bimbingan teknis tetapi juga memberikan bantuan peralatan perbengkelan las.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk dan dalam ruangan

“Saya harapkan agar para peserta bimtek ini dapat mengikuti bimtek dengan baik, dan bukan hanya itu bagi penerima bantuan alat perbengkelan las ini dapat memelihara peralatan tersebut sehingga dapat bermanfaat bagi perkembangan ekonomi masyarakat,” ucap Florianus Nahak.

Pada kesempatan yang sama, Kasubdit Progam Direktorat IKM Logam, Mesin, Elektonika dan Alat Angkut (LMEA) Kementerian Perindustrian–Ciska Farida Ariany mengatakan bahwa kegiatan bimtek ini untuk menunjang kegiatan bagi pewira usaha baru dari kementerian perindustrian, salah satunya program pembinaan dari daerah perbatasan 3T (Terdepan,Terluar,Tertinggal) ini agar lebih bisa berkembang dan lebih maju, dengan tahun ini target kementerian perindustrian yakni sebanyak 20.000 wirausaha baru dan diharapkan dapat tercapai.

“ Industri ini bukan hanya untuk dibidang jasa saja, yang dibantu dan yang kami bina adalah teman–teman Industri Kecil Menengah yang ada diseluruh Indonesia. Selain bimtek juga akan diberikan bantuan diantarannya, 5 set peralatan perbengkelan yakni mesin kompresor, mesin genset, gurinda tangan, gurinda duduk dan mesin las. Diharapkan bantuan mesin–mesin perbengkelan ini dapat bermanfaat dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat diwilayah Kabupaten Belu,” ungkapnya.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, tersenyum, berdiri, telepon dan dalam ruangan

Pemateri pada Bimtek dan fasilitasi mesin/peralatan perbengkelan las yakni Kepala Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)–Dra. Maria M. K. Eda Fahik dengan materinya tentang ijin industri, dan Kepala Dinas Koperasi–Drs. Hasan Mukin dengan materinya usaha dan keuntungan bagi wirausaha baru.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang berdiri dan anak

Selanjutnya di lakukan acara serah terima fasilitas mesin/peralatan perbengkelan las dari Kementerian Perindustrian kepada Kepala Dinas Disperindag Kabupaten Belu dan selanjutnya Disperindag Kabupaten Belu menyerahkan kepada perwakilan Kelompok Usaha Baru (KUB).

Berita/foto: Asih Mukti & Jhon Dasilva

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *