TINGKATKAN CADANGAN PANGAN POKOK DINAS KETAHANAN PANGAN BELU CANANGKAN GEMASA SI PAPO

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU–Jumat (05 / 07), Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Ketahanan Pangan  menyelenggarakan sosialisasi Gerakan Masyarakat Sadar Simpan Pangan Pokok (GEMASA SI PAPO) dalam rangka proyek pelaksanaan perubahan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan tingkat III angkatan XXIII di Aula Kantor Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu.

Kegiatan sosialisasi Gemasa Si Papo di buka oleh perwakilan Kepala Desa Tukuneno di dampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Belu – Ir. Sabina Mau Taek, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Makanan – Maria Imelda Haki, S.Pt dan Ketua Komisi III DPRD Belu – Theodorus F. Seran Tefa.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Belu – Ir. Sabina Mau Taek dalam sambutannya mengatakan, saat ini kesadaran masyarakat untuk mempersiapkan cadangan pangan semakin berkurang, akibatnya pada musim paceklik kekurangan pangan. Oleh karena itu perlu adanya suatu upaya peningkatan ketersediaan pangan pokok melalui progam  Gemasa Si Papo, yaitu gerakan untuk menggugah masyarakat tentang pentingnya mempersiapkan atau menyimpan pangan pokok pada musim panen.

“Apa yang kita lakukan adalah hal – hal yang berkaitan dengan upaya preventif dalam upaya mewujudkan peningkatan cadangan pangan dan membangun kesadaran mayarakat tentang cara menyimpan hasil sesuai dengan visi terwujudnya ketahanan pangan berbasis pangan lokal menuju kemandirian,” ungkap Kadis di hadapan para kelompok tani.

Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Makanan pada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Belu – Maria Imelda Haki, S.Pt dalam pemaparannya menjelaskan, Gemasa Si Papo merupakan suatu gerakan untuk membangun kesadaran, pemahaman dan partisipasi dari masyarakat akan pentingnya menyimpan pangan pokok pada saat panen untuk mengatasi kekurangan pangan pada musim paceklik atau masa sebelum memasuki panen berikutnya, mengantispasi penyediaan pangan pada keadaan gagal panen dan sebagai tabungan pangan masyarakat yang dapat dimanfaatkan. Apabila gerakan sadar simpan hasil pangan pokok pada musim panen terlaksana maka hak atas pemenuhan pangan bagi masyarakat dapat tercapai sehingga visi dan misi daerah dapat tercapai.

Terkait bagaimana cara menyimpan pangan, jenis pangan pokok apa yang disimpan dan besarnya jumlah pangan yang disimpan, Kabid menguraikan penyimpanan Gemasa Si Papo dapat disimpan di rumah masyarakat, di lumbung pangan dan di tempat lain yang memenuhui kebutuhan teknis seperti beras/gabah dan jagung sebesar 20% dari hasil panen.

Kabid menambahkan, peminjaman dan penyaluran pangan pokok dapat dilaksanakan oleh anggota kelompok yang menyimpan pangan pokok berdasarkan ketentuan dan mekanisme kelompok sesuai kesepakatan bersama maksimal 70% dari pangan pokok yang disimpan dan besarnya pengembalian sebesar 10% dari besarnya peminjaman ditambah pokok pinjaman dan dikembalikan pada saat panen musim tanam berikutnya melalui desa.

Sosialisasi Gemasa Si Papo ini diikuti 9 kelompok tani yakni kelompok tani Setia Kawan, Debulunturu, Sinar Jaya, Asuna Jaya, Setia Hati, Sinar Lookeu, Mentari, Taroman, Sinar Debureu dari 25 kelompok tani yang tersebar di 2 desa, yakni Desa Tukuneno dan Desa Naekasa.

Berita/Foto: Frans Leki & Jun Naibuti

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *