BUPATI LEMBATA KUNJUNGI OBYEK WISATA “FULAN FEHAN”

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB.BELU—Sabtu (29/06), Bupati Belu – Willybrodus Lay, SH bersama Bupati Lembata dan rombongan, berkunjung ke Fulan Fehan yang merupakan salah satu objek wisata yang berada di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu yang merupakan kota perbatasan antara negara Republik Indonesia – Timor Leste.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang berdiri, gunung, rumput, langit, luar ruangan dan alam

Fulan Fehan merupakan sebuah lembah dikaki gunung lakaan dengan sabana yang sangat luas, Lembah ini berada di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dengan menempuh perjalanan kurang lebih 26 km dari Kota Atambua, yang merupakan ibu kota dari Kabupaten Belu. Potensi yang dimiliki lembah fulan fehan adalah banyak terdapat kuda yang bebas berkeliaran, pohon kaktus yang tumbuh subur dan hamparan padang sabana yang luas tak terjangkau oleh mata. Selain itu tak jauh dari lembah ini ada beberapa obyek bersejarah dan tak kalah menariknya seperti Benteng Ranu Hitu atau Benteng Lapis Tujuh dipuncak bukit makes dan masih banyak lainnya.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang tersenyum, orang duduk, gunung, tabel, luar ruangan dan alam

Dalam kunjungannya, Bupati Lembata – Eliaser Yentji Sunur didampingi Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT – Alexander Take Ofong, S.fil dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lembata – Yuni Damayanti, SE bersama rombongan mengungkapkan sangat senang dan sangat puas dengan pemandangan yang disuguhkan Fulan Fehan.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, tersenyum, langit, awan, gunung, luar ruangan dan alam

Bupati Lembata – Eliaser Yentji Sunur mengatakan tempat ini sangat luar biasa dan ini merupakan harmoni emosi dengan alam yang memberikan dukungan dan tempat ini sangat luar biasa dan tinggal kita jaga dengan benar, semua lokasi harus dimanfaatkan secara sosial, budaya dan secara ekonomi, tinggal di atur, ditata tempat ini sudah original dan tinggal di sentuh dengan beberapa elemen sehingga membentuk suatu karakter dan tempat ini bisa dijadikan wahana atau tempat rekreasi.

Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang berdiri, langit, janggut, luar ruangan dan alam

Bupati Lembata juga menyarankan tempat ini agar ditata secara baik sehingga para penyandang disabilitas juga bisa menikmati pemandangan, dengan menata tempat ini namun tetap mempertahankan originalitas, dan fasilitas seperti kamar mandi dan air harus ada, selain itu fulan fehan juga bisa dijadikan Belu swingg. Dan spot ini sangat luar biasa dan diharapkan keterlibatan masyarakat setempat untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat. Selain itu Bupati Lembata juga mengajak kita semua yang mencintai NTT, kalau tidak berkunjug ketempat lain, ada baiknya berkunjung lebih dulu ke Fulan Fehan.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang berdiri, gunung, kacamata gelap, luar ruangan dan alam
Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT – Alexander Take Ofong, S.fil mengungkapkan bahwa dirinya sangat bersyukur bisa datang ke Fulan Fehan dan wisata Fulan Fehan ini memang tempat yang sangat luar biasa. “Saya sungguh terpikat ketika saya menginjakkan kaki di fulan fehan, ternyata NTT memang sungguh indah dan tidak kalah dengan tempat wisata lainnya, karena itu NTT sungguh menjadi new tourism territory dan saya meminta kepada pemerintah Kabupaten Belu agar terus menata dan menjaga keaslian tempat tersebut” ungkap Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, tersenyum, luar ruangan dan alam

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lembata – Yuni Damayanti, SE, mengatakan hari ini saya berada di Atambua Kabupaten Belu di bukit Fulan Fehan, setelah menjelajah dan menaiki bukit yang sangat tinggi sekali tapi kami puas dan kami berencana akan datang kembali pada acara Festival Fulan Fehan pada bulan Oktober nanti. Mari kita ke Fulan Fehan dengan padang sabana yang begitu hijau, begitu asli dan mudah mudahan pariwisata di Kabupaten Belu dapat terus maju.

Berita/Foto: Asih Mukti & Sipri Luma

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *