PERINGATI HARGANAS, BKKBN BELU GELAR WORKSHOP CEGAH PERSOALAN STUNTING

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU — Jumat (29/06), Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) tingkat Kabupaten Belu, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Kabupaten Belu, melalui Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga (K-3) menggelar kegiatan workshop pencegahan stunting berbasis Bina Keluarga Balita (BKB) bagi para Petugas Lapangan di Wilayah Keluarga Berencana, Kader dan Poktan dari 12 Kecamatan di Kabupaten Belu, bertempat di aula kantor Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Kabupaten Belu.

Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang berdiri, orang duduk, anak dan dalam ruangan

Kegiatan workshop pencegahan stunting berbasis Bina Keluarga Balita (BKB) bagi para Petugas Lapangan Keluarga Berencana dan Kader, Poktan Dari 12 Kecamatan di Wilayah Kabupaten Belu ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait tugas dan fungsi para petugas lapangan keluarga berencana dan para kader serta poktan terkait pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam mengasuh dan membina tumbuh kembang anak. Selain itu kegiatan ini dilakukan dalam rangka pencegahan Stunting berbasis bina keluarga balita holistik integratif bekerjasama Dinas Kesehatan melalui posyandu, Dinas Pendidikan Kabupaten Belu melalui paud dan Kelompok Kerja (POKJA).

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri dan dalam ruangan

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Kabupaten Belu – Maria Imelda Lotuk, S.Sos mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan pelatihan bagi kader Bina Keluarga Balita, dimana kader keluarga balita ini dibentuk hampir diseluruh desa yang ada di 12 Kecamatan, untuk mengajarkan kader bagaimana menjalankan tugas – tugasnya dalam mendampingi para orang tua serta mengajarkan orang tua mengenai 13 langkah yang ada didalam bina keluarga balita atau 13 pertemuan, supaya orang tua yang punya balita mereka mengetahui bagaimana cara mengasuh anak, memperhatikan kesehatannya, serta pendidikannya.
Kepala Dinas menambahkan untuk mengatasi stanting merupakan salah satu isu nasional dan isu dunia tindakan pencegahan atau tindakan preventif dengan menginformasikan, dan memotivasi perempuan untuk menghindarkan diri dari 4 “terlalu” yaitu tidak boleh terlalu muda, tidak boleh menikah di usia 21 kebawah, tidak boleh terlalu tua, tidak boleh terlalu banyak melahirkan atau menjaga jarak melahirkan.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk, tabel dan dalam ruangan

Dalam kegiatan pelatihan ini juga dilakukan peragaan cara pengisian Kartu Kembang Anak (KKA) oleh para petugas lapangan Keluarga Berencana, Kader dan Poktan dari 12 Kecamatan wilayah Kabupaten Belu, hadir dalam kegiatan ini Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga (K-3) –dra.Laurensia Kali Mau, para petugas lapangan KB, serta para Kader.

Berita/Foto : Asih Mukti & Jhon Dasilva

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *