PERMUDAH URUSAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN, CAMAT ATAMBUA BARAT SOSIALISASI SISTEM SAPAKU PAGI, HODI BODIK DAN FILA HODI OAN NO AKTA KELAHIRAN ANAK.

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU–Kamis (20/06), Sistem Sapaku Pagi, Hodi Bodik dan Fila Hodi Oan No Akta Kelahiran Anak ini merupakan salah satu sistem yang diluncurkan Camat Atambua Barat – Delviana R. Beni, SH dalam rangka Pelaksanaan Proyek Perubahan sebagai Project leader Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan tingkat III angkatan XXIII Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2019.

Sistem ini dilakukan dengan tujuan mempermudah masyarakat mengurus dokumen kependudukan berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, Akta Perkawinan dan setelah itu akan di bantu kepengurusannya sampai dengan dokumen selesai. Demikian disampaikan Camat Atambua Barat – Delviana R. Beni,SH dalam acara lauching Optimalisasi Kinerja Koordinasi Pelayanan Administrasi Kependudukan Pada Kecamatan Atambua Barat yang berlangsung di Kantor Camat Atambua Barat, Kamis (20/06/2019).

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang duduk dan orang berdiri

Dijelaskan Camat Atambua Barat, bahwa sistem “SAPAKU PAGI” ini adalah singkatan dari Sistem Administrasi Aspiratif Pagi yang bertujuan membantu masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan. Tahapan–tahapan yang perlu dilakukan untuk mengurusnya yakni dengan cara mengambil rekomendasi dari RT setempat, kemudian membawa dokumen ke kelurahan dengan melampirkan persyaratan sesuai prosedur yang berlaku. Setelah itu, membawa ke kecamatan dengan mencantumkan nomor hp serta alamat lengkap dan staf di kecamatan akan membantu mengurus dengan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

“ Untuk mengurus dokumen kependudukan, masyarakat tidak perlu lagi ke Kantor Disdukcapil, namun dengan datang ke Kantor Kecamatan Atambua Barat segala urusan yang berkaitan dengan dokumen kependudukan akan di bantu,” kata Camat Atambua Barat.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk

Selanjutnya adalah Sistem “Hodi Bodik”, artinya pegawai Kecamatan akan mengambil dokumen yang sudah jadi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan mengantar ke kelurahan, selanjutnya staf kelurahan akan menghubungi RT untuk mengambil dokumen tersebut dan menyerahkan kepada warga yang mengurus dokumen tersebut di rumahnya jadi masyarakat tidak perlu ke dinas untuk mengurus sendiri.
Sedangkan Sistem yang ketiga adalah “FILA HODI OAN NO HODI AKTA KELAHIRAN ANAK” maksudnya ibu yang melahirkan di Puskesmas Umanen akan di bantu pengurusan akta kelahiran anak, jadi pulang bawa bayi dan bawa akta kelahiran anak, semua ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Jadi, bagi Ibu–ibu yang melahirkan di Puskesmas Umanen, secara otomatis pulang membawa bayi dan akta kelahiran anak,” tegasnya.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, dekat

Sementara itu, Ketua RT 012 Kelurahan Umanen – Karlos Salsinha menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan dalam hal ini Camat Atambua Barat karena dengan inovasi baru ini membantu para RT/RW untuk melayani masyarakat di wilayah RT mereka masing–masing dalam mengurus administrasi kependudukan secara mudah dan cepat.

Untuk diketahui persyaratan–persyaratan yang perlu di lampirkan untuk mengurus Akta Lahir yakni Surat Keterangan Kelahiran Dari Bidan/Surat Kelahiran Dari Desa, Foto copy Surat Nikah/Akta Perkawinan, Foto copy Surat Permandian, Foto Copy Ijasah bagi yang memiliki sebanyak 1 lembar, Foto copy Kartu Keluarga sebanyak 1 lembar, Foto copy E-KTP orang tua masing-masing sebanyak 1 lembar dan Foto copy Identitas Saksi sebanyak 2 orang.

Selanjutnya untuk pengurusan Akta Perkawinan, adapun persyaratan yang harus dilampirkan yakni Foto copy surat keterangan Perkawinan Agama (surat nikah dari gereja) sebanyak 1 lembar, Foto copy kutipan Akta Kelahiran 1 lembar, Foto copy E- KTP dan Kartu Keluarga sebanyak 1 lembar, Foto copy Surat Permandian, Foto copy E- KTP saksi 2 orang masing-masing sebanyak 1 lembar serta Ijasah bagi yg memiliki sebanyak 1 lembar, Pas Foto berdampingan (gandeng) ukuran 4 x 6 cm sebanyak 5 lembar.

Gambar mungkin berisi: 7 orang, orang duduk

Dan untuk pengurusan Akta Kematian meliputi surat Keterangan Kematian dari Desa/Lurah sebanyak 1 lembar, Surat Keterangan Kematian dari Desa/Lurah sebanyak 1 lembar, Foto copy E-KTP saksi 2 orang masing-masing sebanyak 1 lembar.

Sedangkan untuk mengurus Akta Pengangkatan Anak, Akta Perubahan Nama dan Akta Perceraian wajib membawa “Penetapan Pengadilan”.

Berita/Foto: Norci Man & Bene Luan

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *