DINKES BELU GELAR RAKOR BIDANG KESEHATAN

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Rabu (22/05), Wakil Bupati Belu, Drs. J. T. Ose Luan membuka Rapat Koordinasi Daerah ( RAKORDA) bidang kesehatan tingkat Kabupaten Belu di Gedung Wanita Betelalenok- Atambua. Rakor ini akan berlangsung selama 3 hari dari tanggal 22 – 24 Mei Tahun 2019.

Kegiatan yang bertemakan “Integrasi program dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Rai Belu ini bertujuan untuk mendiskusikan persoalan – persoalan kesehatan di Kabupaten Belu bersama seluruh program lintas sektor dan elemen masyarakat dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan masyarakat dengan pendekatan promotif dan preventif tanpa meninggalkan kuratif dan rehabilitatif secara terpadu guna mengoptimalkan kesehatan masyarakat di Kabupaten Belu”.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, dalam ruangan

Wakil Bupati Belu – Drs. J. T. Ose Luan dalam arahannya mengatakan atas nama Pemerintah Kabupaten Belu menyambut baik Rakor yang dilaksanakan Dinas Kesehatan, karena melalui forum ini diharapkan dapat membangun komitmen bersama dalam pelaksanaan program pembangunan di bidang kesehatan dan termasuk salah satu upaya untuk mempercepat pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan yang berkelanjutan.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih

Wabup Belu juga menambahkan sampai dengan saat ini masih adanya angka kasus kematian ibu dan bayi yang sering terjadi di Kabupaten Belu. Tak hanya itu, penyakit demam berdarah, malaria, HIV/AIDS dan beberapa penyakit tidak menular lainnya seperti hipertensi, jantung juga menjadi persoalan di Rai Belu. Hal ini dikarenakan pemerataan, keterjangkauan atau akses pelayanan kesehatan yang bermutu belum sesuai harapan yang ditandai dengan kurangnya ketersediannya Sumber Daya Manusia kesehatan (Dokter, Dokter Gigi dan Apoteker).

“Karena itu, dengan berbagai persoalan kesehatan yang dihadapi ini saya mengharapkan semua mitra kerja di bidang kesehatan harus bergandengan tangan bersama untuk menangani persoalan kesehatan karena pembangunan kesehatan merupakan tanggungjawab bersama mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota serta bersama seluruh Stakeholder terkait”, Ungkapnya.

Gambar mungkin berisi: 10 orang, orang tersenyum, orang duduk dan tabel

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Theresia M. B. Saik, SKM, M.Kes mengatakan bahwa untuk mendukung program kesehatan di setiap wilayah kecamatan, Dinas Kesehatan mengharapkan kerjasama yang baik dari semua lintas sektor baik ditingkat desa, kelurahan dan kecamatan untuk bisa meningkatkan derajat kesehatan masyarakat agar menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.

“Karena kita masih punya persoalan–persoalan kesehatan seperti, penyakit TBC, kasus kematian Ibu dan Anak, malaria, kasus gizi buruk, stunting, dan persoalan kesehatan lainnya masih meningkat, maka itu kita lakukan rakor ini untuk mencari jalan keluar, menghimbau dan mengajak semua lintas sektor untuk mencegah dan bersama–sama memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik untuk masyarakat di Kabupaten Belu sehingga lebih baik,” tegas Kadis Kesehatan Kabupaten Belu.

Gambar mungkin berisi: 5 orang, orang duduk

Selanjutnya Kadis Kesehatan mengatakan yang difokuskan dari kegiatan ini adalah intergrasi antar program lintas sektor dan dukungan untuk pencapaian targert pembangunan kesehatan.

Peserta dalam Rakor daerah bidang kesehatan tingkat Kabupaten Belu ini yakni perwakilan OPD terkait, Camat, Lurah dan desa se Kabupaten Belu, Pimpinan Klinik, Pimpinan Rumah sakit, baik Rumah Sakit Pemerintah maupun Rumah Sakit swasta, Puskesmas dan jajarannya serta LSM.

Foto/Berita: Norci Man & Anna Ukat

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *