PRESIDEN RI RESMIKAN BENDUNGAN ROTIKLOT DI PERBATASAN RI-RDTL

Facebookyoutubeinstagram

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Senin (20/05), Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo meresmikan Bendungan Rotiklot yang terletak di Dusun Rotiklot Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Setibanya di lokasi pengresmian Presiden RI dan rombongan disambut dengan tarian Likurai oleh penari Asian Games dari Sanggar Makerek Badaek binaaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu.

Pengresmian Bendungan yang terletak di Perbatasan RI – RDTL sebagai salah bentuk perhatian dan kepedulian Pemerintah pusat terhadap warga NTT khususnya Kabupaten Belu, yang ditandai dengan Penekanan tombol sirene dan penandatanganan prasasti.

Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang tersenyum, orang berdiri dan luar ruangan Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang berdiri dan luar ruangan

“Saya pernah menyampaikan bahwa, di NTT ini untuk menuju ke sebuah kemakmuran, menuju ke sebuah kesejahteraan, tanpa ada yang namanya air, “lupakan” karena Kuncinya cuman satu yaitu air,” tutur Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam acara pengresmian Bendungan Rotiklot.

Presiden Jokowi menyebutkan, di NTT selain Bendungan Rotiklot terdapat 7 Bendungan/Waduk lainnya yang sementara digarap Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sedangkan untuk provinsi lainnya hanya satu bendungan yang dibangun.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, luar ruangan

“Semuanya ada 7 Waduk yang dikerjakan di NTT. Itupun belum cukup bahkan masih minta untuk penambahan lagi. Karena memang rumus dan jurusnya dari air, dengan air setahun yang dulunya panen sekali bisa dua sampai tiga kali entah itu padi, jagung dan komoditi lainnya,” ujar Presiden RI.

Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang tersenyum, orang berdiri, langit dan luar ruangan

Lebih lanjut Presiden Jokowi menambahkan persoalan-persoalan yang di hadapi masyarakat akan terus dicari jalan keluarnya agar kesejahteraan masyarakat betul-betul kita raih bersama-bersama. Khusus di NTT, Kementerian PUPR telah menyelesaikan dua Bendungan yang dibangun yakni Bendungan Raknamo dan Rotiklot, sedangkan lima Bendungan lainnya akan dan sedang dikerjakan yakni Bendungan Napun Gete, Mbay, Temef, Welekis dan Manikin.

Selain pemanfaatan Bendungan Rotiklot sebagai pengairan, juga bisa digunakan untuk PLTA, tempat wisata dan air baku bagi masyarakat di Kabupaten Belu.
Perlu diketahui, Bendungan Rotiklot ini memiliki kapasitas daya tampung 3,3 juta meter kubik dan sudah mulai dilakukan pengisian air (Impouding) sejak Desember Tahun 2018 yang dikerjakan oleh PT. Nindya Karya (Persero) – PT. Universal Suryaprima (KSO) menggunakan dana dari APBN senilai Rp.496 miliar. Dan bermanfaat bagi penyediaan air untuk lahan sawah seluas 139 ha dan 500 ha untuk tanaman palawija serta berfunsi sebagai pengendalian banjir di daerah hilir Ainiba. Selain itu, mampu meyuplai air baku bagi masyarakat di sekitar Atapupu sebesar 40 liter perdetik.

Foto/Berita: Norcy Man & Bene Luan

Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *